Hollie Arnold, atlet lempar lembing yang mencetak rekor dunia / Paralympic
Hollie Arnold, atlet lempar lembing yang mencetak rekor dunia / Paralympic

AGolf- Atlet lempar lembing wanita asal Inggris Raya, Hollie Arnold meraih emas setelah tampil mengecewakan saat menjadi tuan rumah, 4 tahun lalu. Turun di kelas F46-amputasi lengan, atlet 22 tahun ini mencetak rekor dunia 43,01m di final.

“Saya tidak terlalu berpikir memecahkan rekor dunia,” kata Hollie selepas pertandingan. “Saya hanya menargetkan diriku untuk melakukan lemparan sejauh 42m. Saya yakin saya bisa.”

Sempat mengalami cedera 2 bulan jelang Paralympic Games, ia tidak terlalu memikirkan cederanya saat melewati rekor dunia 41,15m, yang diciptakan 4 tahun lalu.

“Saya lupa kalau saya sedang cedera. Saya juga yakin saya bisa melempar melebihi pesaing lainnya. 43,01m ini sangat luar biasa bagiku,” ujar Hollie yang memperbaiki penampilannya di London 2012 di peringkat kelima.

“Kegagalan meraih medali di London, membuatku tampil bagus tahun berikutnya dan mendapat emas Kejuaraan Dunia 2013 di Lyon. Kembali mempertahankan emas di Doha 2015, sangat spesial. Tetapi, hasil di sini rasanya seperti mimpi,” ungkap Hollie, pelembar lembing ranking 1 dunia untuk kelas F46.

Holly Robinson dari New Zealand meraih perak dengan 41,22m dan atlet Polandia, Katarzyna Piekart meraup perunggu dengan 41,07m.

“Emosiku di even ini juga tumpah tak terhingga. Saya sendiri tidak merasa telah memenangkan emas, karena saya pikir masih satu putaran lagi. Tetapi, pelatihku bilang ‘kamu menang’ dan saya bilang ke dia, ‘belum, masih ada satu lemparan lagi’. Dia mengagetkan saya dengan ‘sudah selesai, kamu emas’,” cerita Hollie.

Anggar

Castro mendapat perunggu setelah mengalahkan calon mertuanya / paralympic
Castro mendapat perunggu setelah mengalahkan calon mertuanya / paralympic

Dari cabang anggar, cerita unik terjadi ketika dua atlet anggar berbendera putih merah Polandia saling mengalahkan di perebutan perunggu. Adrian Castro mengalahkan juara bertahan sekaligus calon mertuanya, Grzegorz Pluta di kategori B sabre individual.

“Saya bertemu anak perempuannya di pelatnas, 4 tahun lalu,” ujar Castro. “Dia beberapa kali menemani ayahnya untuk tampil di Paralympic Games ketika itu, dan kisah cinta kami berawal dari sana.”

“Saya dan Pluta berlatih bersama tiap hari. Kami juga saling berhadapan di kejuaraan dunia tahun lalu, dan saya menang dari dia. Hari ini, kami saling bertemu lagi di perebutan perunggu. Saya bilang ke dia, ‘siapapun yang kalah wajib bayar biaya pernikahannya’,” cerita Castro.

Tetapi, Pluta mengelak harus membayar biaya pernikahan. Menurutnya, kehilangan medali perunggu menghilangkan bonus yang bisa ia terima.

“Tidak, saya tidak setuju keputusan ini. Saya kalah dan dia dapat perunggu, dia tentunya dapat bonus dari medalinya. Dia bisa membayar biaya pernikahnnya nanti,” sanggah Pluta dengan bercanda.

Berkuda

Emas pertama berkuda didapat atlet asal Norwegia, Ann Cathrin Lubbe yang turun di kelas III, Selasa (13/9) kemarin. Kelas III ditujukan kepada atlet yang menghalangi mereka untuk berjalan.

Bertanding di Olympic Equestrian Center, Lubbe yang mengendarai kuda bernama Donatello, membuat skor 72,878 persen. Ia unggul 0,7 persen di atas atlet Denmark, Susanne Sunesen. Perunggu didapat atlet Swedia, Etzner Jakobsson yang mendapat medali pertama pada debut pertamanya di Paralympic Games.

Sebelumnya, Lubbe merupakan peraih medali emas di nomor individual dan freestyle di Athena 2004 dan perak di Beijing 2008. Keberhasilan ini membuatnya kembali ke performa terbaiknya di ajang berkuda.

“Senang bisa kembali mendapatkan medali,” ungkap Lubbe. “Sangat berat hari ini, tapi senang dan membanggakan.”

Ia mengakui kemenangan ini juga dipersembahkan untuk kudanya, yang mati karena kecelakaan. “Kuda yang saya naiki ini anak dari ibu kuda yang tertimpa kecelakan. Kemenangan ini berarti bagiku dan kudaku ini.”

Berikut 10 besar peraih medali terbanyak hingga hari keenam Paralympic Games 2016

No Negara Emas Perak Perunggu Total
1. China (CHN) 63 51 33 147
2. Inggris Raya (GBR) 34 18 23 75
3. Ukraina (UKR) 27 21 24 72
4. Amerika Serikat (USA) 21 21 19 61
5. Brazil (BRA) 10 21 12 43
6. Australia (AUS) 8 17 15 40
7. Selandia Baru (NZL) 8 5 3 16
8. Belanda (NED) 7 11 12 30
9. Nigeria (NGR) 7 2 1 10
10. Jerman (GER) 6 10 7 23
T.70 Indonesia (INA) 0 0 1 1