AGolf.xyz- Utopia Residence membuat sebuah terobosan baru dengan menghadirkan sebuah apartemen mewah mengapung dalam kapal pesiar. Bahkan apartemen yang ada dibuat semewah mungkin layaknya apartemen mewah di New York City dan London. Untuk dapat memiliki salah satu apartemen di dalamnya para penyewa harus membayar antara USD 4,4 juta hingga USD 36 juta Rp65 miliar atau Rp538 miliar.

Kapal pesiar sepanjang 971 kaki ini akan berkeliling dunia selama berbulan-bulan sekaligus dan berhenti mengunjungi acara olahaga hingga budaya utama di seluruh dunia, seperti Wimbledon, Olimpiade, dan karnaval Rio de Janeiro. Meski baru akan diluncurkan dalam tiga setengah tahun lagi, namun sebagian besar apartemen sudah terjual. Sebagian besar pembeli adalah pebisnis, seniman dan kolektor seni rupa.

“Kami menggambarkannya sebagai kapal pesiar pribadi terbesar di dunia,” kata Robb, pendiri dan ketua proyek Utopia dilansir dari Business Insider. “Kapal pesiar ini dibangun agar dapat bertahan sekitar 25 hingga 30 tahun, kami sedang membangun Utopia dengan spesifikasi dapat bertahan hingga 100 tahun. Tidak ada yang seperti itu di dunia.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Tim proyek ini berusaha keras untuk merancang dapur dengan model terbuka seperti yang ada di apartemen mewah di New York City. Namun ketika Anda tengah memasak di dapur ini dapat menyaksikan pemandangan laut sambil menyaksikan pulau-pulau yang terlewati,” tambahnya.

Meski berkonsep sebagai apartemen apung, kapal ini juga dilengkapi dengan hotel mewah dalam 160 kamar yang dapat disewa oleh penghuni apartemen jika ingin mengundang keluarga yang lebih besar. Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai hiburan seperti teater, klub malam, lounge jazz, kasino, galeri seni. Kapal ini juga dilengkapi fasilitas kebugaran seperti lapangan rumput hijau, tenis, beberpa kolam renang dengan seluncuran, trek berjalan kaki, pusat kebugaran lengkap dan kelas kebugaran.

Konsep kapal pesiar ini berbeda konsep dengan kapal pesiar pada umumnya yang biasanya melakukan perjalanan pulang pergi,, keluar masuk pelabuhan, sedangkan kapal ini lebih berfokus pada perjalanan satu arah. Kapal ini juga akan tinggal pada satu pelabuhan hingga satu minggu dibandingkan dengan kebanyakan kapal pesiar yang berhenti selama kurang dari 24 jam.