Pandi mascot Buenos Aires 2018
Maskot Buenos Aires 2018, Pandi menyambut atlet remaja dari seluruh dunia / Olympic.org

AGolf.xyz – Hari kedua Mixed Team atau beregu campuran cabang olahraga golf di Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018, menjadi sebuah keuntungan untuk Indonesia. Ribka Vania yang turun bersama pegolf Korea Selatan Sangha Park, mencatatkan skor terendah kedua 1-under 69 untuk naik ke peringkat T.5, pada Minggu (14/10) waktu setempat.

Menggunakan format foursome yang memainkan satu bola secara bergantian dari tee ke hole, Indonesia/Korea Selatan (Buenos Aires 2018 menyebutnya Mixed NOC) memiliki birdie penting di hole terakhir untuk mengumpulkan total 5-under par 135, dari dua format–sebelumnya fourball–selama dua hari ini.

Pasangan gado-gado ini pun berpeluang mendapatkan medali, minimalnya perunggu dengan selisih 3 strokes dari Amerika yang dipimpin Lucy Li dan peraih perak individu putra Akshay Bhatia.

Dua medali teratas sepertinya menjadi milik Thailand dan Italia, yang terpaut satu stroke namun meninggalkan Amerika dengan tiga strokes. Pasangan Atthaya Thitikul/Vanchai Luangnitikul dari Thailand, memiliki skor 68 untuk menggantikan posisi Italia dengan 12-under par 128. Italia yang menurunkan peraih perak individu putri Alessia Nobilio dan Andrea Romano, menghasilkan 72 setelah memiliki skor gila 57 di fourball.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Melihat klasemen sementara ini, Thailand diprediksi menjadi negara Asia pertama yang memiliki tiga medali golf di Olimpiade Remaja. Sebelumnya, Thailand meraih dua perunggu di individu putra-putri saat golf melakukan debutnya di Nanjing 2014 lalu.

Putaran Final

Ribka Vania Youth Olympic Buenos Aires 2018
Ribka Vania menjadi wakil Indonesia di golf Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018 / PBPGI

Putaran final akan menghitung total skor yang dimiliki masing-masing pegolf dari tiap negara. Itu artinya, pegolf putra dan putri dalam satu tim memainkan bolanya sendiri dengan menghitung apapun hasil yang mereka buat di Hurlingham Club nanti.

Dari format seperti itu, pasangan gado-gado Indonesia/Korea Selatan punya cukup peluang mendapatkan medali. Menengok tiga putaran di individu lalu, jika skor Ribka Vania (225) dirata-ratakan dan digabungkan dengan rata-rata Sangha Park, didapat skor total 149,3 strokes. Hasil ini dapat bersaing jika diukur bersama Amerika (143), Swiss (147,6), Argentina (146,3), dan Irlandia (152,6) yang sama-sama berpeluang meraih medali perunggu.

Dari perhitungan yang sama, Australia menjadi satu negara yang patut diwaspadai. Menggabungkan peraih emas individu putra-putri, Grace Kim/Karl Vilips punya rerata skor 139 strokes. Hal yang mungkin saja mengubah susunan medali nantinya, saat dibandingkan dengan Thailand (143) dan Italia (144,4)

Tetapi, semuanya ini hanya hitungan di atas kertas. Apa yang terjadi di lapangan tentu sangat berbeda. Apalagi dengan kondisi cuaca, keinginan untuk meraih medali, mood para pemain, dan hal lain yang tidak terduga nantinya. Sehingga, Indonesia/Korea Selatan punya kesempatan yang sama untuk meraih medali, melihat kondisi yang sangat memungkinkan saat ini.

Namun, perlu diingat jika medali itu berhasil digenggam, itu bukan menjadi milik Indonesia. Karena berpasangan dengan negara lain, perhitungan medali dialihkan untuk Mixed NOC, yang lumrah terjadi di Buenos Aires 2018.

Beberapa cabang olahraga sudah mencampurkan beberapa atlet dari negara berbeda untuk berebut medali, seperti di judo, bulutangkis, anggar, berkuda, breakdance, menembak, yang hingga Minggu (14/10) kemarin sudah mengumpulkan 11 emas, 11 perak, dan 11 perunggu.

Berikut klasemen atas putaran kedua Mixed Team Golf di Buenos Aires 2018. Putaran final akan berlangsung mulai 18.30 Senin (15/10) malam ini.

128 – Thailand (Atthaya Thitikul/Vanchai Luangnitikul)

129 – Italia (Nobilio Alessia/Andrea Romano)

132 – Amerika Serikat (Lucy Li/Akshay Bhatia)

133 – Swiss (Elena Moosmann/Nicola Gerhardsen)

135 – Irlandia (Lauren Crowley Walsh/David Kitt), Mixed NOC (Ribka Vania/Sangha Park), Argentina (Ela Anacona/Mateo Fernandez de Oliveira)

136 – Australia (Grace Kim/Karl Vilips), Austria (Emma Spitz/Christoph Bleier)