Tiger Woods never ever be champions
Tiger Woods khayalan tidak pernah juara / AGolf Design

AGolf.xyz – Tiger Woods begitu melegenda dengan jumlah gelarnya yang tidak masuk akal di era modern saat ini. Bulan lalu, TOUR Championship menjadi gelar ke-80 di PGA Tour, yang membuatnya menjadi pegolf kedua setelah Sam Snead dengan 82 gelar di “80 Title Clubs”.

Namun, bagaimana jika Woods tidak pernah ada, atau dia memutuskan untuk mengambil profesi di luar golf, atau kalaupun di golf dia menjadi pegolf yang biasa saja? Selama ini kita mengenal Woods yang setelah mencetak hattrick US Amateur 1994-1996, merengkuh gelar mayor legendaris di The Masters 1997. Dari situ, gelarnya terus bertambah seperti jamur di musim hujan.

Sekali lagi, kita berandai-andai ke masa lampau. Karena dia sendiri pernah bilang kalau profesional bukanlah jalan hidupnya. Pernyataan yang ungkapkan setelah finis ke-60 di Greater Milwaukee Open pada 1996 silam.

“Kau tahu, saya tidak yakin saya bisa melewati golf profesional,” kata Woods dilansir PGA.com, selepas menjuarai US Amateur 1996 dan memutuskan bermain di Milwaukee Open. Nyatanya, Woods malah mengalahkan Davis Love III di Playoff Las Vegas Invitational 1996, sebagai gelar pertama dari 80 gelar hingga saat ini.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Tetapi, jika mengacuhkan rekor ini, bagaimana kalau Woods tidak memenangkan itu semua. Akankah hadir pegolf baru yang meraih mayor, mengingat Woods sendiri menang 14 mayor, atau juga adakah rekor baru yang dicetak seorang pegolf di antara 66 gelar reguler lain, jika Woods tidak juara?

Berikut beberapa hal yang mungkin mengubah sejarah saat ini.

Possibility for Woods if not history book
Kemungkinan yang terjadi jika Woods tidak pernah ada di buku sejarah / PGA.com

– Dari 76 turnamen stroke play yang ia menangi (3 Match-Play dan satu turnamen 54-hole), Woods punya total 226 strokes lebih banyak dari saingan terdekatnya.

– Sebanyak 76 pegolf yang finis di belakangnya saat mereguk kemenangan, 29 di antaranya adalah juara mayor.

– Tidak ada pegolf yang punya runner-up lebih banyak dari Ernie Els. The Big Easy punya 5 runner-up di belakang Woods. Davis Love III, Phil Mickelson, dan Jim Furyk saling berbagi 4 runner-up.

– Tujuh pegolf, Sergio Garcia (PGA Championship 1999), Miguel Angel Jimenez (US Open 2000), Thomas Bjorn (the Open 2000), Bob May (PGA Championship 2000), Chris DiMarco (Masters 2005 dan the Open 2006), Colin Montgomerie (the Open 2005), dan Rocco Mediate (US Open 2008), dapat menjadi juara baru mayor. Garcia perlu waktu hingga The Masters 2017 untuk menang mayor.

– Daripada membawa pulang satu mayor dari US Open 1992 di Pebble Beach, Tom Kite bisa memiliki gelar Masters jika tidak finis 12 strokes dari Woods di The Masters 1997. Dua runner-up yang juga didapat dari mayor ini, semakin menghindarkan Tom Kite sebagai pegolf yang tidak mampu menggabungkan US Open di Pebble Beach dan The Masters, seperti Graeme McDowell yang meraih gelar US Open 2010. Tiga pegolf lainnya, Tiger Woods (2000), Tom Watson (1982), dan Jack Nicklaus (1972) seluruhnya memasangkan US Open di Pebble Beach dan Green Jacket.

– Chris DiMarco punya tiga runner-up dari Woods di tiga turnamen penting, The Masters 2005, the Open 2006, dan WGC-NEC Invitational 2006. Jika Woods tak ada, DiMarco tidak lagi penasaran dengan gelar mayor dan WGC yang belum didapatnya selain 3 gelar biasa.

– John Daly akhirnya punya WGC di American Express Championship 2005, jika tidak bertemu Woods di Playoff hole kedua di Harding Park. Daly bisa berbangga diri dengan mengawinkannya bersama dua gelar mayor.

– Sembilan pegolf, Lee Rinker, Phillip Price, Miguel Angel Jimenez, Thomas Bjorn, Bob May, Esteban Toledo, Colin Montgomerie, Roland Thatcher, Josh Teater, seluruhnya bisa memiliki gelar PGA Tour. Walaupun tentu saja mereka bisa bertemu pegolf lain di Playoff, tetapi mungkin tidak seberat dengan Woods kan. Woods punya rekor 11-1 di Playoff.

– Shaun Micheel punya dua gelar PGA Championship. Menang tahun 2003, dan finis kedua dari Woods pada 2006.