AGolf- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/United Nations Secretary General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion, Ratu Maxima dari Belanda.

Darmin mengemukakan, sejak kedatangan Ratu Maxima 18 bulan lalu, pemerintah sudah menyiapkan strategi pengembangan program inklusi keuangan di Indonesia agar semakin cepat berkembang.

Darmin menyebutkan, pemerintah berangkat dari posisi yang masih tertinggal dibanding banyak negara. Namun, sejak 18 bulan yang lalu, pemerintah sudah mengembangkan beberapa program, misalnya ada program PKH (Program Keluarga Harapan). Program tersebut menggunakan rekening yang bisa diakses oleh 6 juta keluarga di seluruh Indonesia.

Strategi lain yang dikembangkan pemerintah adalah bantuan Non Tunai yang saat ini baru dikerjakan 1,2 juta. Selain itu juga pemerintah masih terus gencar melaksanakan program KUR.

“Itu semua sekarang pakai rekening, tidak lagi seperti dulu, dipakai rekening. Kemudian ada program bahkan BPJS pakai rekening. Sehingga kalau dikumpulkan kita mungkin selama 1,5 tahun terakhir ini sudah mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening,” terang Darmin di Istana Negara, Jakarta, dikutip laman Setkab, Selasa (13/2).

Menurut Darmin, saat ini terdapat 6 juta PKH, kemudian Rastra walaupun baru menjangkau 1,2 juta. Untuk itu, Darmin menambahkan, bahwa pemerintah menargetkan tahun ini 10 juta.

“Jadi itu saja nanti sudah 16 juta, kemudian ada KUR 4 juta, sudah 20. Kemudian ada program untuk bantuan beasiswa dan sebagainya itu ada 18 juta, dan seterusnya. Sehingga tahun 2019 kita targetnya tingkat inclusiveness kita itu akan sama dengan negara-negara lain yang sudah selama ini sudah lebih maju dari kita, misalnya India dan beberapa negara yang lain,” papar Darmin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here