Italia tutup 10 kota

AGolf.xyz– Italia menghentikan karnaval Venesia karena merebaknya virus mematikan, COVID-19. Selain itu, Italia juga menutup 10 kota untuk mengantisipasi penyebaran virus ini. Negara itu melaporkan tiga kematian akibat virus COVID-19 dalam 48 jam.

Seorang pejabat dari wilayah Lombardy mengumumkan pada hari Minggu sore bahwa orang ketiga telah meninggal akibat virus corona baru di negara itu. Kasus ini menjadikan Italia negara anggota Eropa pertama yang melaporkan kematian akibat COVID-19.

Pihak berwenang telah mengungkapkan pada hari Sabtu bahwa wanita 75 tahun dari Lombardy telah meninggal, mengikuti kematian pria, 78 tahun, dari Veneto. Negara itu telah melaporkan 152 kasus (kasus terbesar di luar Asia), termasuk 89 orang di Lombardy, 25 di Veneto, sembilan di Emilia Romagna dan enam di Piemonte, kepala dinas perlindungan sipil negara itu, Angelo Borrelli, mengatakan pada hari Minggu sore.

Meningkatnya jumlah kasus secara tiba-tiba mendorong pihak berwenang untuk menunda acara terkait karnaval Venesia yang terkenal itu.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Gubernur Veneto Luca Zaia mengatakan penutupan karnaval akan dimulai pada Minggu malam. Acara yang menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahun, dijadwalkan berakhir pada hari Selasa.

Perusahaan kereta api Austria mengumumkan pada hari Minggu malam bahwa mereka telah menghentikan semua lalu lintas kereta ke dan dari Italia karena ketakutan akan virus corona.

Media lokal Italia mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 10 kota dikunci secara efektif: Casalpusterlengo, Codogno, Castiglione d’Adda, Fombio, Maleo, Somaglia, Bertonico, Terranova dei Passerini, Castelgerundo dan San Fiorano.

Masing-masing kota di luar area yang ditutup, seperti Cremona, mengeluarkan pembatasan mereka sendiri setelah mengonfirmasi ada kasus-kasus lokal.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengadakan pertemuan kabinet darurat dengan Perlindungan Sipil pada hari Sabtu. Conte menyatakan isolasi wajib semua orang yang berhubungan dengan mereka yang dites positif untuk virus korona dan mengatakan pemerintah sedang memeriksa langkah-langkah lebih lanjut untuk mengatasi wabah tersebut.