AGolf– Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur meluncurkan 50 top event Pariwisata dan Budaya 2018. Dari 50 top event tersebut, 10 event di antaranya terpilih menjadi bagian Top 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 demi mendukung program Visit Wonderful Indonesia (ViWi) 2018 yang ada di 18 destinasi unggulan di seluruh Tanah Air.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, H. Jarianto mengatakan bahwa 10 event di Jawa Timur masuk dalam 100 event Wonderfull Indonesia yang ditetapkan oleh Kemenpar. “Dari 10 event yang masuk, 2 event yakni;  Jember Fashion Carnival  dan Banyuwangi Ethno Carnival,”ujarnya dalam keterangan ditulis Senin (22/1). Acara pariwisata dan budaya tersebut akan dikemas  berskala internasional sehingga mampu banyak mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

Kesepuluh event yang masuk dalam Top 100 Event, yakni; Jember Fashion Carnival; Banyuwangi Ethno Carnival; Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo;   Malang Flower Carnival; Kemilau Madura;  Pasar Seni Lukis Indonesia; Gandrung Sewu; International Tour de Banyuwangi Ijen; Festival Keraton Nusantara; Festival Malang Kota Tua. Terkait pemilihan Top Festival tersebut dilihat dari bagaimana sebuah event mendatangkan wisatawan, berapa lama kegiatan sudah berlangsung, serta banyak penilaian lain yang dilakukan terkait keberlangsungan sebuah festival. Selain itu untuk kebutuhan informasi, masing-masing kegiatan sudah dibuatkan buku yang akan dibagikan kepada pelaku bisnis pariwisata.

Dalam satu tahun ini Jatim akan menggelar  482 event, terdiri dari 108 festival dan 374 non-festival yang  tersebar di 38 kabupaten/kota, kesemuanya termuat dalam buku Kalender Wisata Jawa Timur 2018. Dari  482 event ini dipilih 50 top event  yang hari ini diluncurkan.  Selama satu tahun penuh di Jatim selalu ada event pariwisata dan kebudayaan yang dapat disaksikan wisatawan.

Dengan adanya event  unggulan dalam satu tahun penuh tersebut diharapkan dapat meningkat kunjungan wisatawan ke Jatim secara signifikan. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman ke Jatim sebanyak 625.729 wisman dan 58,65 juta wisnus, sementara kontribusi sektor pariwisata Jatim terhadap  PDRB pada triwulan III /2017 sebesar Rp86,73 triliun atau tumbuh 10,53 persen. Itulah karenanya, sektor pariwisata cukup menjanjikan bagi Provinsi Jawa Timur. Kedepannya, diharapkan sektor pariwisata bisa ikut mendorong hadirnya karya baru dari seniman yang kemudian menjadi daya tarik pariwisata.

Jarianto mengungkapkan kemajuan pariwisata Jatim tidak lepas  upaya meningkatan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) terutama untuk konektivitas penerbangan ke obyek wisata unggulan. Jatim memiliki bandara internasional Juanda Surabaya serta beberapa bandara domestik, yaitu; Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang); Bandara Blimbingsari (Banyuwangi); Bandara Notonegoro (Jember); Bandara Trunojoyo (Sumenep, Madura); dan Bandara Bawean. Hal ini tentu berpengaruh pada peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya.