Sampanye Armand de Brignac/ twitter: @armandDeBrignac

AGolf.xyz– Penyanyi rap kenamaan Jay-Z memutuskan untuk menggandeng rumah mewah LVMH dalam mengembangkan bisnis sampanye kelas atasnya, Armand de Brignac dengan merek terkenalnya Ace of Spades.

Pria bernama aslia Shawn Carter tersebut menjual 50 persen sahamnya di Armand de Brignac pada Moët Hennessy dari LVMH dengan nominal yang tidak disebutkan. Dengan kemitraan ini, Armand de Brignac akan memanfaatkan jaringan internasional Moët Hennessy untuk pemasaran.

Dikutip dari Robb Report, Selasa (23/2), suami Beyonce tersebut meyakini jaringan rumah mewah Prancis itu bisa memberikan kekuatan komersial bagi Armand de Brignac.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Kami yakin bahwa kekuatan kerangka distribusi global Moët Hennessy, kekuatan portofolionya yang tak tertandingi, dan rekam jejak keunggulannya dalam mengembangkan merek-merek mewah akan memberikan Armand de Brignac kekuatan komersial yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang lebih jauh,” ungkapnya.

Rumah produksi Armand de Brignac didirikan pada 2006 dengan ciri khas botol emas mewah berkilauan. Harga sampanye kelas atas ini dibanderol antara USD300 hingga USD950. Beberapa botol vintage bisa dihargai hingga USD100.000.

Jay-Z telah membeli Armand de Brignac sejak awal dan memulai debutnya dengan botol emas khasnya dalam video musik “Show Me What You Got” pada tahun 2006. Dia mulai dengan 50 persen saham di rumah Champagne sebelum mengakuisisi sepenuhnya pada 2014. Sejak itu, Armand de Brignac menikmati banyak kesuksesan. Pada 2019, ia menjual lebih dari setengah juta botol dan juga telah mengembangkan kehadiran yang kuat di Amerika Utara, Asia, dan Eropa.

Namun, presiden dan CEO Moët Hennessy, Philippe Schaus, mengatakan kemitraan ini akan “membawa bisnis ke level baru di seluruh dunia”. Memang, LVMH adalah produsen Champagne terbesar di dunia dan saat ini mengawasi serentetan rumah legendaris, termasuk Veuve Clicquot, Dom Pérignon, Mercier, Ruinart, dan Moët Hennessy. Dan bahkan ketika penjualan anggur dan minuman beralkohol LVMH turun 15 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, 23 rumahnya masih berhasil secara kolektif memperoleh pendapatan sekitar € 4,8 miliar (atau USD5,8 miliar) tahun lalu.