Jordan Irawan / asiantour.com
Jordan Irawan / asiantour.com
Jordan Irawan / asiantour.com

AGolf- Cuaca kurang bersahabat membuat beberapa pegolf profesional Indonesia belum sempat menyelesaikan 18-holenya. Tetapi, Jordan Irawan lah yang menjadi pegolf profesional terbaik dengan 2-under par 70.

“Ini merupakan penampilan pertama saya dengan putter baru. Ternyata hasilnya memuaskan. Sejauh ini saya puas dengan permainan hari ini. Roll bola-nya lebih stabil. Spinnya pun lebih sedikit,” kata Jordan yang terpaksa mengganti putter gara-gara putter sebelumnya sedikit bengkok. Diakui Jordan, putter barunya sangat membantu puttingnya.

Jordan yang memenangi Indonesian Golf Tour Seri I di Sawangan Februari lalu itu, berupaya keras meraih prestasi terbaiknya minggu ini.“Saya sempat berlatih 2 kali di sini, dan saya sudah mulai mengatasi berbagai kekhawatiran dari setiap pukulanku. Awalnya, banyak pikiran yang menghantui bola akan masuk kolam, bunker, atau OB,” ujarnya.

Pegolf top Indonesia lainnya, George Gandranata dan Danny Masrin belum menyelesaikan 18-hole yang harus dituntaskan karena terbentur langit gelap hari ini.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pegolf terbaik Indonesia berdasarkan ranking dunia OWGR saat ini, George Gandranata mengumpulkan 2-under par hingga 12 hole. Tampil dari hole 10, pegolf 30 tahun itu sempat mendapat bogey di par-4. Dua birdie di hole berikutnya, dan hasil par dengan bogey-birdie membalikkan posisinya meraih 1-under par hingga front nine.

“Permainanku OK, saya baru merampungkan hole ketiga dengan par saat ditunda karena awan gelap dan petir,” kata Gandranata kepada AGolf.

Gandranata yang kembali tampil di Indonesia setelah lawatannya di pertarungan dwi negara, PGM-IGT Championship dua minggu lalu itu mendapat keuntungan dengan tampil di Pondok Indah Golf Course kali ini.

“Kemarin sempat beberapa kali latihan, dan tadi juga sempat pemanasan untuk adaptasi lapangan. Course ini juga memiliki salah satu keuntungan buatku, driver yang saya gunakan bisa mengarah lurus ke fairway,” kata Gandra.

Lain bagi pemilik 3 gelar juara Indonesian Golf Tour 2016, Danny Masrin bermain 2-under hingga 13 hole. Mendapat 5 par, birdie pertamanya baru didapat di hole 6.

“Lalu, di hole 7 sempat double bogey. Ya, kurang beruntung saja itu. Bolanya ga ketemu, jadi harus kembali ke tee box,” kata Masrin saat double bogey di hole 7 berpar-4. Untungnya, double bogey itu bisa segera diperbaiki dengan 3 birdie untuk bermain di sisa 5 hole.