Justin Rose bad shot
Justin Rose dari Inggris ungkapkan pola pikirnya saat ditimpa pukulan buruk / AGolf Design

AGolf.xyz – Setiap pegolf punya goalnya masing-masing, mulai dari yang sederhana hingga pertaruhan No.1 dunia seperti Justin Rose perjuangkan pekan ini di Turki. Apabila Rose mampu mempertahankan gelar Turkish Airlines Open, ia kembali memperpanjang No.1 dunia menjadi 3 pekan, setelah dua pekan pertamanya terjadi pada September lalu.

“No.1 dunia seperti bonus saja. Saya menghindari pikiran itu dan lebih memikirkan menyiapkan hal rutin seperti biasanya saja, dan keep it simple di setiap turnamen,” kata Rose sebelum putaran pertamanya, Rabu (31/10) lalu. “Saya memainkan putaran terbaik jika bisa menyingkirkan banyak hal tidak penting di kepala saya. Daripada fokus untuk No.1 dunia, saya lebih baik memfokuskan diri saya di lapangan selama 4 hari.”

Lanjutnya, ia memberikan saran penting kepada siapapun pegolf yang sedang mengalami kondisi buruk di lapangan. Hantu bogey ataupun pukulan jelek yang terjadi, seringkali menghilangkan mood sepanjang putaran. Tetapi, Rose percaya fokus pada apa yang bisa dikontrol merupakan hal utama melewati pukulan buruk, hole buruk, bahkan putaran buruk di akhir hari.

Seperti dalam kasusnya saat ini untuk menjadi No.1 dunia, Rose menganggap ranking itu tidak bisa ia kontrol. Tetapi, hasil yang ia inginkan sepanjang 72-hole di Regnum Carya Golf and Spa Resort, bisa dikontrolnya dengan menyiapkan pre-shot routine sebelum memukul, ataupun mengontrol pilihan stiknya, hingga melupakan apa yang sudah ia lewati di hole maupun putaran sebelumnya. Ia pun merasa tidak perlu memikirkan hal lainnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Telah melewati putaran pembuka saat artikel ini ditulis, Justin Rose sedang menempati peringkat kedua dengan 6-under par 65. Rose duduk bersama Padraig Harrington dan juara 2016 Thorbjorn Olesen, dengan selisih satu stroke dari Paul Dunne yang memimpin turnamen ini.