AGolf.xyz- Para arkeolog yang bekerja dengan Black Sea Maritime Archaelogy Project menemukan kapal sepanjang 23 meter di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan dan diperkirakan telah berusia lebih dari 2.400 tahun. Kapal karam tertua di dunia ini telah ditemukan di Black Sea sekitar 50 mil lepas pantai Bulgaria.

Para peneliti mengatakan kurangnya oksigen pada kedalaman ini membuat bangkai kapal dalam kondisi masih utuh. Bahkan para penyelam dapat menemukan tiang kapal, kemudi dan gulungan tali yang masih utuh.

“Sebuah kapal yang masih utuh dari dunia klasik terletak lebih dari 2 km air yang merupakan sesuatu yang saya tidak akan pernah percaya,” kata Profesor Jon Adams, penyelidik utama dari tim yang menemukan kecelakaan itu dan menulis dalam sebuah pernyataan  dilansir dari thisinsider.com. “Ini akan mengubah pemahaman kita tentang pembuatan kapal dan pelayaran di dunia kuno,” tulisnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kapal ini diyakini sebuah kapal dagang yang dikonfirmasi berdasarkan keakuratan gambar dari seniman Yunani Kuno Siren. Ia menggambarkan adegan-adegan dari zaman kuno seperti Homer “Odyssey” pada vas.

“Tidak ada yang pernah tahu seberapa akurat dari gambar yang ditampilkan di Siren Vase, apakah sang seniman hanya mengarang saja atau dia menggambar apa yang dia lihat,” kata Adams, salah seorang arkeolog dalam proyek ini. “Namun kini kami telah melihat bukti secara arkeologis yang menunjukkan kapal mendekati detail hingga ke bentuk kemudi. Seniman tersebut pasti sudah akrab dengan kapal,” tambahnya.

Siren Vase/thisinsider.com

Dalam pernyataan tersebut tim mengatakan bahwa sepotong kecil kapal itu telah diteliti melalui penanggalan karbon oleh Universitas Southampton. Hasilnya menegaskan bahwa kapal itu adalah kapal karam yang paling tua diketahui manusia.

Penemuan ini merupakan bagian dari proyek tiga tahun lalu untuk memetakan lapisan Black Sea menggunakan teknologi yang sangat canggih, termasuk kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh. Sejauh ini proyek ini telah menemukan lebih dari 60 bangkai kapal, termasuk pemukiman tertua di dunia dan pemukiman Zaman Perunggu (Bronze Age). Proyek ini didanai oleh Julia and Hans Rausing Trust yang diperkirakan telah menelan biaya sekitar USD 19,5 juta atau Rp296 juta.