Kepala Race to Dubai yang selalu diperebutkan setiap pegolf European Tour setiap musimnya / Golfpost.de
Kepala Race to Dubai yang selalu diperebutkan setiap pegolf European Tour setiap musimnya / Golfpost.de

AGolf.xyz – PGA Tour tinggal menghitung mundur tiga pekan sebelum memulai kembali turnya setelah dihentikan pandemi virus corona. Menyebrang Samudra Atlantik, European Tour belum memutuskan kapan turnamennya akan kembali normal untuk melanjutkan turnamen terakhirnya di Commercial Bank Qatar Masters, awal Maret lalu.

Sejak saat itu, European Tour telah menunda dan membatalkan belasan turnamen hingga akhir Juli. Harapan tertinggi European Tour kini jatuh pada Betfred British Masters, yang semoga saja dapat memulai kembali musim 2020 pada 30 Juli-2 Agustus.

Ketua European Tour Keith Pelley melalui emailnya kepada anggota tur, memprediksi perubahan besar-besaran yang sangat mungkin terjadi di turnya. Salah satu rencananya, European Tour dapat meneruskan musimnya di kawasan Britania Raya untuk beberapa pekan sebelum berpindah ke negara Eropa lainnya.

Saat ini, lapangan golf telah diperkenankan untuk dibuka kembali di Inggris dengan sejumlah protokol yang wajib dipatuhi selama masa pandemi ini. Di saat yang sama, sangat sulit melihat hal serupa di luar Inggris. Itu sebabnya beberapa turnamen terbaik di Jerman, Prancis, Swedia, Spanyol, hingga Denmark seluruhnya ditiadakan atau ditunda.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Hal ini dapat berdampak cukup keras bagi persiapan para pemain Eropa. Misalnya saja pemindahan PGA Championship ke awal Agustus yang hanya sepekan setelah Betfred British Masters.

Untuk menyiasati ini, Pelley mengungkapkan rencana European Tour untuk memainkan dua turnamen pada pekan yang sama atau tiga turnamen dalam dua pekan. Eddie Pepperell dalam wawancaranya kepada The Golf Show di Sky Sports, juga mengonfirmasi rencana tersebut.

“Saya mendengar akan ada tiga atau empat turnamen di kawasan Britania Raya untuk memulai kembali musim 2020,” kata Pepperell. “Saya rasa, ini memudahkan pegolf Britania Raya untuk ikut serta jika rencana berjalan lancar. Tetapi bagaimana dengan pegolf di luar Inggris. Mereka bisa saja terbang ke sini, tetapi adanya kewajiban karantina dua hingga empat minggu menjadi pilihan yang sulit.”

“Meskipun begitu, apapun opsinya perlu kita coba karena kita tidak punya rencana lain yang lebih baik,” imbuhnya.

European Tour ikut mensanction US Open yang dialihkan ke bulan September, yang dilanjutkan Ryder Cup sepekan setelahnya di Whistling Straits. Kedua turnamen ini akan menyulitkan kepergian pegolf Eropa pada flagship BMW PGA Championship, yang tahun lalu diadakan bulan September.

Pada November, mayor The Masters telah mengambil pekan kedua yang memperlihatkan kacaunya tiga turnamen penutup Race to Dubai antara Turkish Airlines Open, Nedbank Golf Challenge, dan DP World Tour Championship, Dubai. Dampak The Masters ini, dapat mengubah susunan Race to Dubai ke bulan Desember atau ditunda hingga awal 2021. Rencana terburuk, bisa ditiadakan sama sekali.

“Kami masih mengatur ulang jadwal terbaik untuk meneruskan turnamen dalam kondisi aman dan nyaman,” kata European Tour kepada Golf Monthly. “Pengumuman lanjutan akan kami sampaikan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan untuk semua.”