Bryson DeChambeau Dubai Desert Classic
Bryson DeChambeau / AGolf Design

AGolf.xyz – Bryson James Aldrich DeChambeau baru saja meraih gelar internasional pertamanya di Dubai Desert Classic, akhir pekan kemarin. Mendominasi field terbaik European Tour dengan 7 strokes, Bryson merayakan gelar ketujuhnya sepanjang karier profesional.

“Ada banyak pegolf yang menang di banyak negara, dan sepertinya menarik jika trofi dari negara lain juga menghiasi lemari saya,” kata Bryson kepada Sky Sports, Rabu (23/1). “Saya sangat mengincar gelar internasional, entah di mana negaranya. Tapi berhubung saya di Dubai saat ini, saya akan mencobanya.”

Optimisme yang disampaikan sebelum putaran pertama berlangsung, berbuah trofi terbesar yang pernah ia dapat dan cek 476.394 Euro. Hadiah tersebut juga menyublim menjadi peringkat empat Race to Dubai di awal tahun ini.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Awal Karier

Mengawali kariernya di Southern Methodist University di Dallas, Texas, Bryson yang mengambil penjurusan fisika itu menerapkan ilmunya selama di pertandingan golf. Hasilnya sangat memuaskan. Gelar NCAA Individual berhasil diraihnya di tahun 2015, dan dua bulan berselang ia kembali memetik gelar US Amateur di Olympia Fields.

Dua trofi ini menjadikannya sebagai orang kelima dengan dua gelar elit ini dalam satu tahun. Jack Nicklaus menjadi pegolf pertama di 1961, lalu Phil Mickelson 1990, Tiger Woods 1996, dan Ryan Moore 2004.

Menerima undangan The Masters 2016 lewat gelar US Amateur, Bryson memanfaatkan kesempatan emas ini dengan predikat Amatir Terbaik. Finis T.21, Bryson memutuskan untuk segera mengganti statusnya menjadi profesional.

Di akhir musim, Bryson perlu melalui Web.com Tour Finals untuk menentukan nasibnya apakah dapat tergabung di PGA Tour atau tidak. Tergabung di Playoff melawan tiga pegolf lainnya, Bryson tampil gahar dengan par di tambahan hole kedua. Ia pun memastikan kartu PGA Tour untuk musim 2016/2017. 

Sebagai rookie, pegolf kelahiran 16 September 1993 ini langsung meraih gelar pertamanya di John Deere Classic. Skor 65 yang dibuatnya di putaran final, memberikan gelar pertama dari 40 turnamen PGA Tour selama ini.

4 Gelar PGA Tour

Musim cemerlangnya terjadi di 2018 tahun lalu. Mulai dari Juni hingga November 2018, empat gelar berhasil direngkuhnya dengan sejumlah rekor. Di The Northern Trust dan Dell Technologies Championship, dua gelarnya di FedExCup Playoff ini membawanya ke buku sejarah FedExCup, dengan gelar back-to-back. Hanya Vijay Singh yang melakukan hal ini, pada 2008 silam.

Selanjutnya, ia juga mendapatkan kesempatan bermain di Le Golf National, Paris, Perancis sebagai rookie Ryder Cup. Tak memberikan satu pun skor ke Tim Amerika, Bryson segera move on ke musim baru 2019 dengan lebih cerah.

Tak perlu waktu lama, Bryson memboyong gelar kelima PGA Tour di Shriner Hospital for Children Open, di Las Vegas. Kemenangan itu, menaikkan posisi dunianya ke No.5 dunia. Peringkat yang naik tinggi dari 99 dunia di awal tahun 2018, menjadi kelima saat berpindah tahun ke 2019.

Gelar Internasional dan European Tour

Kembali bermain di European Tour, Bryson tampil impresif untuk meraih gelar profesional pertama di luar Amerika. Gelar yang ia raih ini, merupakan kenaikan kelas saat memetik predikat Amatir Terbaik di tahun 2016 lalu.

Konsistensi yang dibukukan selama dua putaran pertama dengan 66, Bryson unggul besar 7 strokes dari bintang tersembunyi European Tour, Matt Wallace. Ia pun mendekati keinginannya untuk mencoba tur lain di luar PGA Tour, yang sudah diikutinya selama dua musim terakhir ini.

Selama ini, European Tour terlihat “kekurangan pegolf Amerika” yang memenangi gelar di turnya. Jika melihat daftar pemenang yang telah memenangi minimum 8 gelar, Amerika hanya menaruh 3 pegolf saja. Jack Nicklaus, Phil Mickelson, dan Tiger Woods.

Berhubung European Tour juga mensanction turnamen mayor dan WGC, wajar ketika Tiger memenangi 40 gelar walaupun tidak pernah memegang kartu European Tour sama sekali. Begitu juga Phil yang meraih 10 gelar, dengan 5 mayor dan 4 WGC.

Hal unik malah terjadi di pribadi Nicklaus yang hanya mendulang 9 gelar, yang seluruhnya berasal dari mayor. Nicklaus memang dikenal dengan rekor 18 gelar mayor, sayangnya 50 persen lainnya tidak dapat dimasukkan ke European Tour dikarenakan tur ini baru berdiri di tahun 1972. Tepat di turnamen pertama 1972, Nicklaus menjadi pemenang pertama European Tour dengan gelar The Masters.

Bryson dan Prestasinya di European Tour

Melihat hal ini, Bryson bisa menjadi masa depan pegolf Amerika untuk berprestasi lebih di European Tour. Apalagi, sejak European Tour menggunakan Order of Merit sebagai penghargaan tertingginya, tak satupun pegolf Amerika yang mampu meraihnya.

Dalam satu dekade sejak perubahan nama ke Race to Dubai, Patrick Reed menyentuh peringkat tertinggi kedua dengan selisih 1.328.170 poin dari sang juara Francesco Molinari.

Pekan ini, Bryson telah mendaftarkan namanya di Saudi International. Selain menaikkan posisi ranking dunianya, ia juga berpeluang terus naik di Race to Dubai. Tidak mustahil, bukan?

Bryson DeChambeau Dubai Desert Classic
Infografis Bryson DeChambeau atas kemenangannya di Dubai Desert Classic / AGolf Design by Angga.