Menteri Perindustrian Saat Kunjungan ke Pabrik
Menteri Perindustrian Saat Kunjungan ke Pabrik
Menteri Perindustrian Saat Kunjungan ke Pabrik

AGolf – Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengapresiasi pabrik pabrik yang dikunjunginya yang telah berkomitmen investasi di Indonesia

Salah satunya pabrik asal Prancis yakni L’Oreal. “Kami tengah mendorong industri elektronika masuk ke Industry 4.0. Jadi menekankan pada platform Internet of Things untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai output yang maksimal,” kata Airlangga.

Pada 2012, L’oreal membangun pabrik baru di atas lahan seluas 200.000 m2 dengan kapasitas produksi mencapai 200 juta unit per tahun dan total investasi mencapai Rp. 1,25 triliun di Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik yang menyerap tenaga kerja sebanyak 1.700 orang tersebut merupakan yang terbesar dari total 43 pabrik L’Oreal di seluruh dunia, yang memproduksi produk perawatan rambut dan kulit dengan 30 persen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan 70 persen sisanya diekspor ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Kami juga mendukung langkah L’Oreal yang memberikan pelatihan salon kepada para perempuan Indonesia. Ini juga sebagai wujud pelaksanaan vocational training,” ujar Airlangga. Hingga tahun 2015, pelatihan yang dibuat L’Oreal tersebut telah menyentuh 6.329 orang di Indonesia dengan total waktu mencapai 28.464 jam.

Selain itu PT Indonesia Epson Industry, Kawasan Industri EJIP Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, juga diapresiasi karena investasi perusahaan elektronika asal Jepang ini yang mencapai total Rp 1,25 triliun dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor dengan produksi 8 juta unit per tahun dan tingkat komponen dalam negeri mencapai 70 persen.

Sedangkan, ketika berkunjung ke PT Mayora Indah Tbk. di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Menperin mengatakan, tren pertumbuhan industri makanan dan minuman kerap di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada Mayora sebagai salah satu champion di industri makanan dan minuman nasional.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1977 ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 30 ribu orang dengan menghasilkan berbagai produk makanan dan minuman seperti biskuit, minuman kopi, mie instan, air mineral, dan permen. Sebanyak 40 persen produknya diekspor ke 85 negara.

Secara keseluruhan, Menperin mengakui, ketiga sektor industri yang dikunjunginya tersebut memiliki pertumbuhan positif. Untuk itu, pihaknya terus mendorong sektor-sektor lain agar dapat tumbuh agresif. “Apalagi dengan adanya paket kebijakan ekonomi dan program pemerintah mengenai tax amnesty,” ujarnya.

Selain berkunjung ke tiga pabrik tersebut, Menperin menyempatkan untuk meninjau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra Industri MM2100 di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan, pemerintah tengah memfokuskan pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis kompetensi.

“Diharapkan, lulusan SMK ini dapat mengisi kebutuhan tenaga keja di dunia industri,” ujarnya. SMK Mitra didukung oleh perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri MM2100 dan kawasan industri lainnya, serta banyak lulusannya direkrut langsung perusahaan-perusahaan tersebut.