AGolf.xyz – Festival Danau Toba (FDT) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan  Pemerintah Daerah Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten di sekitar Danau Toba. Telah diselenggarakan sejak 2013, FDT selalu berganti tuan rumah setiap tahunnya yang tetap berada di kawasan Danau Toba. Tahun ini, FDT diselenggarakan pada 5 – 8 Desember 2018 di Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara.

Festival ini telah resmi dibuka Bupati Kabupaten Dairim RKI, Jhonny Sitohang Adinegoro pada Rabu (5/12). Festival Danau Toba juga menjadi pesta rakyat yang berlangsung selama 4 hari dengan berbagai atraksi, kesenian budaya, pameran ekonomi kreatif, lomba kayak, fashion show, festival lampion dan kembang api.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Di hari pertama penyelenggaraannya, berbagai pertunjukan tarian memanjakan para pengunjung. Tarian massal 5 puak (kelompok), paduan suara massal 5 puak, dan atraksi Gondang Naposo (ritual etnis Batak sebagai tegur sapa), serta berbagai tarian daerah seperti tari Zapin Melayu, Tari To-tor Haloan Bolon. Kemudian akan diramaikan dengan pertunjukan kirab budaya yang menampilkan rancangan busana unik.

Tujuan diadakannya festival ini, tidak lain untuk mempromosikan kebudayaan serta keindahan dari danau Toba. Selain itu festival ini diharapkan dapat menarik perhatian para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanik terbesar di dunia, yang terbentuk oleh letusan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8, pada 69.000-77.000 tahun yang lalu. Keunikan lainnya dari Danau Toba adalah adanya sebuah pulau yang ada di tengah danau yang dikenal sebagai pulau Samosir.

Selain kemeriahan selama festival, para wisatawan juga dapat menyusuri beberapa tempat wisata sejarah. Seperti berkunjung ke museum, mengunjungi reruntuhan desa Batak kuno, berburu ulos tradisional, menyusuri danau Sidihoni hingga memancing.