AGolf.xyz– Festival Kora-kora merupakan agenda tahunan yang diadakan untuk memperkenalkan budaya terutama budaya bahari Ternate. Kora-kora merupakan nama perahu yang digunakan pasukan perang Ternate untuk mengusir penjajah. Festival ini diadakan pada 1-3 Desember 2018 di kota Ternate, Maluku.

Festival dibuka pada hari Sabtu (1/12) dengan tari Kora-Kora serta berbagai perahu layar berwarna-warni yang menambah kesan meriah. Festival ini juga dimeriahkan dengan para penyanyi jebolan Indonesian Idol, berbagai lomba bermuatan bahari (lomba mancing, lomba kano dan lomba perahu kora-kora), serta Tourism Expo.

Selain dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, ada juga workshop yang berisi sejarah Kora-kora, sajian musik serta aneka tari. Festival ini juga menghadirkan kampanye peduli laut dan kawasan pesisir. Agar masyarakat lebih menyadari pentingnya menjaga keindahan dan kebersihan laut.

Tujuan Festival
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Ternate. Seperti diketahui, Ternate kaya akan wisata alam, sejarah, kuliner, religi dan budaya.

Ternate berada di wilayah segitiga karang dunia (coral triangle) dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.

Salah satu yang paling terkenal adalah perairan dekat Taman Nukila yang terkenal dengan bangkai kapal di kedalaman 4-5 meter. Selain itu masih ada pilihan lain seperti perairan pantai Falajawa, pulau Hiri, Tanjung Rum, dan perairan Kalamata yang memiliki tebing seperti di Bunaken.

Selain wisata bahari, Ternate memiliki warisan kebudayaan dari Kesultanan Ternate. Misalnya saja mahkota berambut. Mahkota ini memiliki rambut yang dapat tumbuh memanjang layaknya rambut pada manusia dan harus dipotong pada waktu-waktu tertentu.

Selain istana Kesultanan Ternate, di dataran pantai kampung Soa-Sio terdapat pula Benteng Tulokko serta masih banyak lainnya yang menjadi bekas peninggalan zaman colonial yang sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Ternate juga memiliki kuliner sejarah yang dikenal dengan tradisi Makan Kebun, yang terdiri dari singkong dan pisang yang direbus menggunakan air santan kelapa. Tak ketinggalan pula dengan minuman khasnya air guraya yang terbuat dari jahe, gula merah, kenari, susu serta kopi raja (kopi hitam yang dicampur dengan beragam rempah).