Kendall Dye (31) dan Trofi Fuccillo Kia Classic, Minggu (29/7/2018)/Symetratour.com

AGolf.xyz- Skor 4-under par di putaran final Fuccillo Kia Classic di Albany Golf Course, New York sudah cukup bagi Kendall Dye untuk memboyong trofi ketiganya di Syemtra Tour pada Minggu (29/7). Kemenangan ini merupakan kemenangan pertama Dye di musim 2018 sejak menang terakhir kali di turnamen Four Winds Invitational 2017 silam. Dye finis di angka akhir 10-under 123 atau 1 stroke di atas runner-up Nontaya Srisawang (Thailand) yang finis di angka 9-under par 133.

Perlu diingat, panitia penyelenggara memutuskan untuk memotong turnamen ini menjadi 36-hole akibat penundaan panjang sejak hari Jumat lalu karena cuaca buruk yang melanda kawasan Capital Hills.

Baca Juga: Klasemen Akhir Fuccillo Kia Classic Symetra Tour

“Putaran final benar-benar berjalan seperti yang saya harapkan dan saya tahu permainan saya sedang membaik tahun ini. Selama ini saya sudah bermain dengan sangat bagus dan memiliki harapan besar untuk bisa mendapatkan hasil bagus seperti sekarang,” kata Dye mengenai kemenangannya pekan ini, seperti dikutip dari Symetratour.com, Minggu (29/7).

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Dye sebenarnya mendapatkan status bersyarat untuk tampil di LPGA musim ini, namun dari 8 penampilannya ia sama sekali tidak pernah membuat cut. Keadaan tersebut cukup membuatnya frustrasi, kini rasa kecewa itu sudah terbayar sedikit setelah meraih trofi Fuccillo pekan ini. Finis terbaik Dye di Capital Hills terjadi tahun 2013 silam dimana ia mampu menjadi runner-up. Selain sebagai tambahan untuk kemenangannya di South Band, Indianapolis tahun lalu, Dye mengungkapkan kemenangan ini juga terasa unik baginya, sama seperti saat ia memenangkan trofi perdanannya di Symetra Tour di IOA Holf Classic tahun 2014 silam.

“Rasanya selalu istimewa bisa menang di sebuah kejuaraan profesional seperti ini. Ini membuktikan kerja keras saya selama ini, dan saya pikir kesabaran adalah kunci utama meraih sesuatu yang kita idamkan,” kata Dye setelah menyeselaikan putarannya dengan 5 birdie dan 1 bogey hari Minggu kemarin.

Diperpendeknya turnamen ini menjadi 36 hole karena cuaca buruk, putaran final hari Minggu ternyata memiliki kondisi cuaca yang cukup bagus dan semua grup bermain dengan normal hingga usai. Kondisi lapangan yang berat di putaran pertama dan persaingan di putaran final ternyata tidak mampu membuat pegolf veteran 31 tahun ini goyah. Dye tampil impresif sejak awal putaran finallnya meskipun ia sempat ditempel ketat oleh Srisawang di posisi kedua klasemen.

“Kita harus tetap beranggapan kalau semua pegolf di lapangan bisa bermain lepas, dan jangan pernah sekalipun lupa diri jika sudah berada di atas. Saya akui memang sulit untuk menciptakan 9 birdie seperti yang saya cetak di putaran pertama, namun hari ini saya punya tujuan untuk bisa mencetak angka 63, angka yang belum pernah saya cetak sebelumnya. Saya memulai putaran dengan irama yang pelan dan ketika sampai ke paruh putaran final, saya mulai memacu permainan saya untuk skor 10-under par ini,” ungkap Dye menenai proses kemenangannya di Albany Golf Club.

Selain dibuntutu oleh Srisawang di posis kedua, Dye juga diikuti oleh tiga pegolf beda negara di posis T.3 yaitu Elizabeth Szokol (Amerika Serikat), Stephanie Na (Australia) dan Clariss Guce (Filipina) yang finis di 8-under par atau tertinggal 2 strokes dari Dye. Clariss Guce bahkan sempat membuka penampilannya dengan mecetak 3 birdie beruntun untuk naik mengancam posisi puncak yang diduduki oleh Dye.

“Clariss memulai laga dengan sangat baik dan membuat banyak sekali putts. Saya harus menerima itu dan tidak membuat saya merasa panik. Sejak ia berada dekat dengan puncak klasemen, keadaan ini membuat saya sedikit terpacu untuk maju lebih cepat, namun tidak melupakan permainan cerdas. Keadaan saling mengejar di posisi teratas hari ini membuat saya bermain agresif,” komentar Dye mengenai persaingan papan atas klasemen.

Guce yang mencoba mengejar kursi puncak akhirnya finis di 4-under par, mencetak hanya 1 bogey dan 5 birdie. Ia finis ketiga bersama Szokol dan Na yang finis dengan angka serupa, 8-under par 143. Juara bertahan Fuccillo tahun lalu Nanna Koerstz Madsen pekan ini bertarung di Ladies Scottish Open, namun di sana ia hanya finis di posisi T.44 dengan angka 1-under par klasemen akhir.