Lydia Ko Selandia Baru
Lydia Ko dari Selandia Baru

AGolf.xyz – Swinging Skirts LPGA Taiwan Championship merupakan turnamen ketiga dari rangkaian Asian Swing 2018. Menawarkan total hadiah USD2,2 juta, Swinging Skirts LPGA Taiwan Championship diikuti sejumlah mantan juara di Ta Shee Golf and Country Club.

Sejak diadakan pertama kali pada 2011, Swinging Skirts LPGA Taiwan Championship telah memiliki 6 juara berbeda dan tiga di antaranya, memutuskan kembali bermain pekan ini. Siapa saja mereka?

Lydia Ko

Mantan No.1 dunia selama 104 pekan atau pas 2 tahun, Lydia Ko merupakan satu di antara tiga yang kembali bermain di Taiwan. Memenangi edisi 2015 untuk kembali ke No.1 dunia–setelah sempat digantikan Inbee Park selama 19 pekan–Ko memecahkan rekor margin terbesar di ajang ini, 9 strokes dari Eun-Hee Ji dan So Yeon Ryu.

Kini, kariernya memang tidak semoncer saat menjadi No.1 dunia, tetapi Ko yang sedang menempati No.16 dunia baru saja finis runner-up di Buick LPGA Shanghai minggu lalu, sebagai ranking terbaiknya setelah menjuarai Mediheal Championship April lalu.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Menyambungkan gelar juara ke-15 setelah puasa gelar selama 2017, Ko punya peluang besar menambah gelar lagi untuk memperpanjang rekor minimum dua gelar sejak 2014. Dengan hasil positif tidak pernah finis di luar T.16 di enam turnamen terakhirnya, Ko punya koneksi erat dengan sponsor turnamen, saat menjuarai Swinging Skirts LPGA Classic 2015 di San Francisco.

“Saya rasa, saya tidak pernah melihat kecintaan golf yang lebih tinggi dibanding mereka (Swinging Skirts). Mereka melakukan upaya terbaik untuk mendukung gadis Taiwan bermain golf, dan mengembangkan golf yang sangat menginspirasi saya khususnya,” komentar Ko.

Eun-Hee Ji
Eun Hee Ji with Lydia
Eun Hee Ji bermain bersama Lydia Koe dan Jenny Shin di Swinging Skirts / LPGA Tour

Mendominasi field dengan 17-under par 271 untuk meraih gelar ketiganya, Eun-Hee Ji menyamai rekor margin terbesar 6 strokes sepanjang 2017 lalu. Ji kembali tiba di Taiwan, dengan tambahan gelar di Kia Classic Maret lalu, untuk menjadi pegolf kedua dengan back-to-back gelar sejak Suzann Pettersen pada 2012-2013.

Di musim ini, Ji merupakan satu di antara 7 pegolf Korea dengan gelar LPGA Tour. “Saya mendapatkan kemenangan di awal musim ini, mungkin karena saya tampil percaya diri sebelum turnamen. Hal yang sama sedang saya rasakan, dan saya ingin terus bekerja keras di sini untuk mempertahankan gelar.”

Yani Tseng

Yani Tseng merupakan pemilik rekor terlama di No.1 dunia, dengan 109 pekan. Mengkudeta No.1 dunia antara Februari 2011-Maret 2013, Yani merupakan peraih 15 gelar LPGA dengan 5 gelar mayor. Di Taiwan pekan ini, Yani untuk pertama kalinya kembali ke lapangan sejak CP Women’s Open di Kanada.

“Saya merasa permainan saya sedang bagus, dan secara mental juga lebih percaya diri. Seluruh aspek di diri saya sedang di trek yang lurus, dan jika saya tidak dapat memenangkan gelar minggu ini, saya masih bisa mengejarnya tahun depan,” kata Yani.

Selama 2018 ini, Yani telah lolos CUT di 6 dari 19 turnamen dengan finis terbaik T.27 di Meijer LPGA Classic for Simply Give. Gelar terakhir Yani terjadi di Kia Classic 2012, yang menjadi gelar ketiganya di musim itu.

Peluang Pegolf Lokal Menjuarai Turnamen LPGA

Sebanyak 18 pegolf dari Taiwan tergabung di turnamen minggu ini, dengan 15 di antaranya tidak memiliki kartu anggota LPGA. Bahkan, 6 pegolf masih berstatus amatir memanfaatkan undangan turnamen.

Para pegolf lokal ini dapat mengejutkan LPGA, karena terakhir kali pemenang tur wanita ini terjadi di KEB Hana Bank Championship 2017 oleh Jin Young Ko. Sedangkan Lydia Ko masih menjadi amatir terakhir yang memenangi LPGA, di CN Canadian Women’s Open 2013.