AGolf.xyz– Festival Pesona Mentawai 2018 akan dilaksanakan di Pulau Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Festival ini akan diselenggarakan pada 1- 4 November 2018 yang menghadirkan berbagai sisi unik dari budaya dan kuliner masyarakat Mentawai.

Di hari pertama, Festival Pesona Mentawai akan dimulai dengan pawai budaya yang diikuti oleh para siswa sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga SMA, remaja dan umum. Dalam pawai para peserta diwajibkan untuk menggunakan pakaian adat Mentawai. Untuk kaum pria mengenakan cawat yakni penutup aurat yang terbuat dari kulit kayu pohon baguk dan sebut kabit. Sedangkan untuk wanita memakai sejenis rok yang terbuat dari daun pisang yang telah diolah secara khusus dan dililitkan ke pinggang untuk menutup aurat yang disebut sokgumai.

View this post on Instagram

@Regrann from @adien_rohyanudin – Satu Pertanyaanku Untuk Masa Depan..? πŸ˜‚πŸ˜‚ . – 20 Tahun Kedepan masihkan Mentawai disebut Bumi Sikerei..? – 30 Tahun Kedepan masihkah kita melihat Sikerei..? – 40 Tahun Kedepan masih adakah cerita tentang Sikerei..? . Meski saya bukan orang Mentawai tapi saya peduli akan budaya seperti ini, selayaknya adat dan budaya saya sendiri di Lampung. 😍😍😍 . . Lokasi : Mapaddegat, Pulau Sipora – Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat . @enjunila @mentawaiselebgram @genpikepulauanmentawai @mentawai_backpacker @genpisumbar . #mentawai #kepulauanmentawai #mentawaiisland #siberut #siberutselatan #sumaterabarat #muarasiberut #explorementawai #pesonaindonesia #pesonamentawai #mentawaiinsta #sikerei #siberut #siporautara #bukitpamewa #siporajaya #siberutselatan #festivalpesonamentawai2017 #ENJ2017 #ENJUnila2017 #ENJMentawai #UniversitasLampung – #regrann

A post shared by Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 (@enjunila) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Setelah pawai akan ada beragam nyanyian dan tarian tradisional sikerei, yakni sebuah tarian sakral dalam kepercayaan dan kebudayaan Mentawai. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi budaya lainnya termasuk tarian massal yang dibawakan pelajar di Siberut.

View this post on Instagram

Berburu Bersama Sikrei di Hutan Mapaddegat Kerei atau biasa disebut Sikerei (Dukun/Tabib Mentawai) memperagakan kepada pengunjung bagaimana cara mereka berburu di hutan dalam rangkaian acara Festival Pesona Mentawai 2017. Saat ini, Sikerei di Mentawai tidak begitu banyak lagi, karena untuk menjadi Sikerei harus bisa melewati tahapan-tahapan serta pantangan tertentu. Dan juga, minat generasi muda Mentawai sangat minim untuk menjadi Sikerei. Dari beberapa pulau yang berpenghuni di Mentawai, hanya di beberapa daerah saja kita dapat bertemu dan melihat langsung aktivitas Sikerei. Seperti, di Rogdok, Madobag, Matotonan, Sakuddei, Salappak, Simalegi dan sekitarnya. Keberadaan Sikerei saat ini sebahagian besar hanya berada di Pulau Siberut saja. Memanah diperagakan oleh Aman Boroi Ogok dari Muntei, Siberut Selatan, Mentawai Repost: @mentawai_kita #sikerei #tabibmentawai #ritual #adat #pesonamentawai #festivalpesonamentawai #hutan #jagokamleleuta #jagahutanmentawai #tanamanobat #anakhits #mentawaiculture #mentawai #mentawaiislands #anakjamansekarang #anakhitsmentawai #indonesia #indonesiaculture #explorementawai #explorementawaiisland #exploreindonesia #like4like #likeforlike #likeforfollow #mentawaiselebgram

A post shared by Mentawai Selebgram (@mentawaiselebgram) on

Pada puncak acara yang digelar pada keesokan harinya diadakan berbagai lomba mengenai budaya Mentawai. Diantaranya prosesi tato Mentawai, kuliner tradisional Mentawai yakni memasak sagu kapurut, fashion show pakaian adat, lomba panah, lomba laju sampan dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Seperti pertunjukan memasak khas Mentawai, atraksi berburu, membuat kabit serta atraksi unik membuat kreasi Ogok Mania (hiasan kepala istri sikerei).

Selain itu pihak Disparpora Mentawai juga akan menggelar pertunjukan pengobatan tradisional Mentawai dan meramu obat tradisional. Para wisatawan juga berkesempatan untuk tinggal dan mengetahui kehidupan di sebuah Uma (rumah adat Mentawai). Festival Pesona Mentawai ini juga menghadirkan berbagai kuliner Mentawai yang dijual di stand-stand makanan.

Desa Muntei terpilih sebagai tuan rumah diselenggarakannya festival ini bertujuan untuk menjadi salah satu destinasi wisata budaya Mentawai. Desa ini masih memiliki nuansa budaya yang kental dengan uma-uma tradisional dan alam yang masih alami.