Sam Snead dan Ben Hogan juarai Canada Cup 1956 / Golf History Today
Sam Snead dan Ben Hogan juarai Canada Cup 1956 / Golf History Today

AGolf.xyz – Kembali ke tahun 1956, turnamen antar negara Canada Cup dimenangkan Tim Amerika di Wentworth Club’s, Surrey, Inggris. Turnamen yang kemudian bernama Piala Dunia Golf ini, baru melangsungkan edisi keempatnya sejak debut pada 1953 di Kanada.

Berlangsung di luar benua Amerika untuk pertama kalinya, Tim Amerika mengirimkan Ben Hogan dan Sam Snead dalam pertarungan tiga hari 24-26 Juni. Tim berjuluk American Dream Team ini, menang 14 strokes dari peringkat kedua Afrika Selatan yang diisi Bobby Locke dan Gary Player yang masih 20 tahun.

Menggunakan format stroke play 72-hole dari kedua pemain, Tim Amerika mengumpulkan 1-under par 567. Skor itu didorong Ben Hogan yang mencetak skor terbaik individu 7-under par 277, lima strokes lebih baik dari Roberto DeVicenzo.

Kemenangan ini, sayangnya tak menginspirasi keduanya untuk mengikuti the Open sepekan setelahnya. Snead mengumumkan kondisi cedera, sedangkan Hogan puas dengan gelar the Open 1953 di penampilan perdana sekaligus satu-satunya di kariernya. Beruntung, Claret Jug di Carnoustie Golf Links, Skotlandia itu menjadikan Hogan sebagai pegolf kedua dengan status Career Grand Slam.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Jalannya Pertandingan
Ben Hogan melakukan aksinya di Canada Cup 1956 / Golf History Today
Ben Hogan melakukan aksinya di Canada Cup 1956 / Golf History Today

Tim Amerika datang ke Inggris sebagai juara bertahan. Pada 1953 di Washington, Ed Furgol dan Chick Harbert menang 9 strokes dari bintang the Open Kel Nagle dan Peter Thomson asal Australia.

Di putaran pertamanya, Hogan mencetak skor terendah 68 di tengah rasa penasaran 20.000 penonton yang ingin melihat sang legenda bermain pertama kali di Inggris. Chip 30 yard di hole pertama, menjadi awal skor 31 di front nine. Hogan terus membuat birdie yang menarik banyak penonton untuk melihatnya.

Saat birdienya di hole 10, penonton sudah mencapai puluhan ribu. Namun, pukulannya mengenai pohon di hole 11 dan ditutup angka 6, yang menunjukkan dia masih manusia biasa. Penonton tidak juga pergi dari Hogan, dan menyaksikan ketangguhannya mencetak 3-under 68.

“Ini pengalaman pertama saya dengan penonton sebanyak ini. Jauh lebih banyak dari Carnoustie, dan lebih unik lagi cara menontonnya,” kata Hogan.

Melansir Golf History Today, banyak penonton yang melihat langsung Hogan dengan memanjat pohon maupun saling sikut ingin melihat begitu dekat di area pukul Hogan. “Oh Rare Ben Hogan” diungkapkan beberapa penonton pada Hogan kala itu.

Snead hanya menghasilkan 76 dengan keluhan sakit di tangan kanannya. Skor total 144, cukup bagi keduanya memimpin Tim Australia dua strokes dari Peter Thomson yang kali ini ditemani Norman Van Nida.

Putaran kedua, Stan Leonard menghasilkan 67 untuk memimpin skor individu satu stroke dari Hogan. Bersama Al Balding 72, menempatkan Tim Kanada unggul tiga strokes dari Amerika yang menggabungkan 69 dan 73.

Ada lebih dari 8.000 penonton yang kini menemani Hogan di lapangan. “Selama 30 tahun berkarier di golf, saya tidak pernah bermain lebih dari 5 jam untuk 18-hole,” ucapnya kepada penonton yang melambatkan permainannya.

Di putaran ketiga, Hogan merosot ke tempat ketiga karena 72. Leonard mempertahankan dua strokes lewat 71, dan Roberto DeVicenzo melangkah ke peringkat kedua dengan 67. Dari kompetisi tim, Tim Kanada tengah memimpin dengan 428, Amerika di tempat kedua 431 dan Afrika Selatan 435.

Putaran final menjadi milik Tim Amerika. Skor 68 yang saling dibuat Hogan dan Snead, memastikan Canada Cup masih di genggaman Tim Amerika dengan 567. Tim Kanada kolaps ke tempat ketiga karena 79-76, dan Afrika Selatan mengambil runner-up dengan tertinggal 14 strokes dari 70-76.