Senin, September 27, 2021

Kilas Balik: Cerita Popov menangi AIG Women’s Open 2020

AGolf.xyz – Tahun lalu, ketika badai pandemi menghantui perhelatan turnamen golf, AIG Women’s Open menjadi satu dari 9 turnamen mayor baik pria maupun wanita yang tetap dimainkan tanpa adanya penundaan ataupun dibatalkan. Diadakan sesuai jadwal aslinya, 20-23 Agustus 2020, turnamen ini menjadi begitu berkesan bagi Sophia Popov yang meraih gelar mayor pertamanya.

Tidak hanya menjadi pemenang dari No.304 dunia, Popov yang hanya seorang pemain Symetra Tour, tidak pernah menempati Top-10 ketika mengikuti sedikit turnamen LPGA Tour. Bahkan, dia hanya mengikuti satu practice round saja di Royal Troon sebelum memainkan putaran pertamanya.

Alasannya, karena pengetatan yang ditetapkan pemerintah Britania Raya untuk menghindari dampak pandemi. Popov yang pergi ke Arizona untuk mengikuti turnamen Symetra Tour, tidak mengetahui apabila dirinya ternyata sudah lolos kualifikasi AIG Women’s Open berbekal T.9 di Marathon LPGA Classic sepekan sebelumnya.

Baru tiba di Skotlandia pada hari Senin, Popov perlu mengurung dirinya minimal 24 jam sembari menunggu hasil tes covid-19 keesokan harinya. Hanya merasakan langsung Royal Troon di hari Rabu, Popov mengejutkan hasil akhir dengan gelar mayor AIG Women’s Open. Dia hanya memerlukan lima turnamen mayor, dan AIG Women’s Open kedua selain 2011 saat masih amatir.

“Setiap turnamen yang saya ikuti, saya selalu berpikir bagaimana cara memenangkannya sejak practice round. Tetapi, kasusnya di AIG Women’s Open tahun lalu, memang sangat mengejutkan. Itu bukanlah persiapan yang sebenarnya saya inginkan, bahkan bukan persiapan paling ideal untuk siapapun,” seru Popov.

“Menariknya, hasil 72-hole sangatlah mengejutkan. Saya tidak ingin menganalisa lebih jauh kenapa bisa menang, tetapi saya rasa setiap pukulannya sangatlah pas dan eksekusinya cukup memuaskan. Ternyata, hal yang seperti itu bisa klop juga dengan saya,” sambungnya.

Kemenangan pentingnya satu tahun yang lalu, memberikan jalan lurus bagi Popov untuk melejit ke Top-20 dunia saat ini bersama hasil bagus lain pasca AIG Women’s Open. Pekan depan, dia berharap dapat mengulang gelar yang didapatnya saat menghadapi lapangan Carnoustie.

“Saya cukup memercayai setiap hal harus sesuai urutannya. Saya merasa ada kekuatan magis yang tidak boleh terlewat, seperti menaruh setiap stik dalam urutan yang sama, tidak mengganti bola yang saya gunakan, hingga menaruh tee marker ataupun ball marker di tempat yang mudah dijangkau. Boleh dibilang, saya agak superstitious,” kata pegolf 28 tahun itu. “Walau begitu, saya pelan-pelan mulai mengurangi beberapa pilihan ini.”

Popov mengejar pencapaian Yani Tseng, yang menjadi satu-satunya pegolf dengan back-to-back gelar AIG Women’s Open saat dinaikkan statusnya sebagai turnamen mayor mulai 2001. Sebuah superstitious juga, Tseng mempertahankan gelarnya di Carnoustie, tepat satu dekade lalu. Tahun di mana, Popov tampil sebagai amatir dengan hasil peringkat ke-67 dari 67 pegolf yang lolos CUT.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
2,959PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles