Green Jacket yang diterima Tiger Woods di The Masters 1997 oleh pemenang sebelumnya, Nick Faldo / Augusta.com
Green Jacket yang diterima Tiger Woods di The Masters 1997 oleh pemenang sebelumnya, Nick Faldo / Augusta.com

AGolf.xyz – Tahun 1997 merupakan salah satu gelaran The Masters paling bersejarah di golf. Setidaknya ada lebih dari lima rekor terpecah di Augusta National Golf Club oleh sang legenda Tiger Woods. Satu tahun pasca perkenalan dirinya sebagai profesional pada 1996, Tiger mencicipi mayor pertamanya sebagai profesional di The Masters 1997.

Ini merupakan penampilan ketiganya di The Masters, setelah dua edisi sebelumnya selalu berasal dari gelar US Amateur 1994-1995. Tiger juga memenangi US Amateur 1996, namun ia mengambil tiket The Masters dari dua gelarnya di Los Angeles Invitational dan Walt Disney World/Oldsmobile Classic, seluruhnya pada bulan Oktober 1996.

Tampil di Augusta National, Tiger menggunakan kecakapannya untuk memecahkan rekor yang bertahan selama berdekade lamanya di turnamen ini. Selama empat putaran, Tiger mengoreksi skor akhir 18-under par 270 dari sebelumnya 271 milik Jack Nicklaus 1965 dan Raymond Floyd 1976.

Tiger juga mendominasi Tom Kite di peringkat kedua dengan 12 strokes, rekor terbesar yang belum juga terpecahkan hingga saat ini. Hanya Tiger yang kemudian memecahkan rekornya sendiri dengan 15 strokes, saat meraih US Open pertamanya di Pebble Beach tahun 2000.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kemenangan Tiger di The Masters 1997, juga mengubah olahraga golf menjadi lebih bergairah seperti sekarang ini. Banyak juga yang terinspirasi olehnya melalui gelarnya saat itu. Sebagai pegolf Afro pertama, dan setengah Thailand dari ibunya, kemenangannya disaksikan lebih dari 44 juta pasang mata di layar kaca sebagai catatan terbesar saat itu.

Dihadiri 21 mantan juara The Masters, termasuk Nick Faldo yang mendapat gelar ketiganya pada 1996, start Tiger sangatlah lambat. Hanya 4-over 40 dari 9 hole pertamanya. Baru di back nine, Tiger membalikkannya dengan 6-under 30 dan menyerahkan kartu skor putaran pertama 2-under 70. Menempati tempat keempat, Tiger mendominasi dua putaran berikutnya dengan 66-68 dan sudah unggul 9 strokes, saat dijadwalkan bermain bersama Constantin Rocca di pairing terakhir putaran final.

Setelah dua birdie dan dua bogey di 10 hole pertamanya, Tiger mengunci kemenangannya dengan tiga birdie di hole 11, 13, dan 14. Di green 18, par-puttnya memastikan Tiger sebagai pegolf termuda yang pernah memenangi The Masters. Sang ayah, Earl Woods, telah menantinya di green 18 untuk memeluknya.

“Ada beberapa turnamen di karir saya yang terasa seperti, ‘jangan buat aneh-aneh’,” ucap Tiger. “Ini salah satunya.”

Di antara rekor yang ditoreh Tiger pada 1997, hanya 18-under 270 yang akhirnya disamai Jordan Spieth, pegolf 21 tahun yang meraih gelar 2015. Tiger yang berulang tahun pada 30 Desember, lebih muda 5 bulan dari Spieth.

Setelah kemenangan ini, Tiger masih menorehkan empat The Masters lain pada 2001, 2002, 2005, dan 2019. Peluang Green Jacket keenam seperti rekor Jack Nicklaus, harus tertunda tahun ini karena pandemi virus corona. Dijadwalkan datang sebagai juara bertahan bulan April ini, Tiger dan puluhan undangan lainnya tengah menantikan kapan The Masters akan dipertandingkan.

Ada rumor yang menyatakan The Masters dapat diadakan musim gugur. Ini tentu saja akan jadi pengalaman pertama untuk semua pemain dan penonton The Masters.