The Open Claret Jug / theopen.com
The Open Claret Jug / theopen.com

AGolf.xyz – Dalam 75 tahun terakhir setelah Perang Dunia II, the Open memiliki sejumlah catatan di mana pemenangnya begitu mendominasi pekan turnamen mayor tertua ini. Melewatkan ayah anak Tom Morris sebagai pemilik dua peringkat teratas sebagai pemenang dengan margin terbesar, 13-12-11 strokes pada 1862, 1870, dan 1869.

Melansir laman resmi theopen.com, berikut ini daftar pemenang dengan margin terbesar di the Open pasca Perang Dunia II.

8 strokes – Tiger Woods
Tiger Woods mengangkat Claret Jug usai menaklukkan St. Andrews

Claret Jug menjadi pelengkap Career Grand Slam kelima dalam sejarah golf, yang diraih sempurna Tiger Woods di St. Andrews. Tepat 20 tahun yang lalu, Tiger menjadi satu-satunya pegolf dengan skor 60-an di keempat putaran untuk menang 19-under par 269. Itu menjadi rekor terendah mayor sebelum dilewati Henrik Stenson 20-under pada 2016.

Dari skor awal 67, Tiger unggul tiga strokes di paruh turnamen dan bertambah menjadi lima strokes di 54-hole. Menutup final empat birdie dan satu bogey 69, Tiger menang besar 8 strokes dari pesaing terdekatnya Thomas Bjorn dan Ernie Els.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
7 strokes – Louis Oosthuizen
Louis Oosthuizen memandangi Claret Jug 2010 di St. Andrews / the Open
Louis Oosthuizen memandangi Claret Jug 2010 di St. Andrews / the Open

Ketika Tiger tidak dapat meraih tiga gelar beruntun di St. Andrews setelah 2000 dan 2005, Louis Oosthuizen mencuri perhatian dengan menang 7 strokes di depan Lee Westwood. Louis yang memulai hari pertama 65, dua strokes di belakang rekor lapangan 63 Rory McIlroy, pegolf Afrika Selatan itu sudah unggul lima strokes di paruh turnamen.

Setelah diperkecil menjadi 4 strokes di 54-hole, Louis melakukan eagle 2 di hole 9 sebagai awal kemenangan 16-under par 272. Louis menjadi satu-satunya pegolf dengan dobel-digit under-par saat itu.

Dari gelar ini, Louis nyaris mendapat lebih banyak gelar mayor jika tidak finis runner-up di semua mayor termasuk dikalahkan Zach Johnson di Playoff 2015, di St. Andrews.

6 strokes – Arnold Palmer, Johnny Miller, Shane Lowry
Brendan Lowry, ayah Shane Lowry yang juga merayakan kemenangan anaknya di the Open / European Tour
Brendan Lowry, ayah Shane Lowry yang juga merayakan kemenangan anaknya di the Open / European Tour

Selain kemenangan Palmer pada 1962 di Royal Troon dan Miller 1976 di Royal Birkdale, margin besar 6 strokes dicetak terakhir kali oleh Shane Lowry tahun lalu. Kembali berkunjung ke Royal Portrush sejak 1951, Lowry membukukan skor 63 untuk unggul empat strokes dan menghentikan kejaran Tommy Fleetwood di putaran final.

Johnny Miller berada dua strokes di belakang Seve Ballesteros, sebelum berbalik menang 6 strokes lewat 66. Pada 1962, juara bertahan Palmer meraih gelar keduanya secara beruntun dengan menang dari pegolf Wales, Dai Rees.

5 strokes – Sir Henry Cotton, Tony Lema, Greg Norman, Sir Nick Faldo, Tiger Woods
Greg Norman cium Claret Jug 1986 / Golfweek
Greg Norman cium Claret Jug 1986 / Golfweek

Lima pemenang the Open punya margin lima strokes sejak 1945, dengan tiga di antaranya hadir di St. Andrews oleh Tony Lema, Nick Faldo, dan Tiger Woods. Pada 1948, Henry Cotton memulai kemenangan besar lima strokes saat skornya tepat even-par 284 di Muirfield. Dari skor even-par 280 di Turnberry, Greg Norman memiliki 63 di putaran kedua untuk meraih gelar mayor pertamanya.

St. Andrews memberikan gelar pada Tony Lema yang mengalahkan Jack Nicklaus pada 1964, Claret Jug kedua Nick Faldo pada 1990, dan dua Claret Jug beruntun di St. Andrews untuk Tiger Woods pada 2005.