Annika raih 59 di putaran kedua Standard Register PING 2001 / Golfweek
Annika raih 59 di putaran kedua Standard Register PING 2001 / Golfweek

AGolf.xyz – Rekor, apapun bentuknya selalu menarik untuk dipecahkan. Di golf, beberapa rekor itu bahkan sudah bertahan hingga puluhan tahun dan belum terpecah hingga saat ini. Salah satu di antaranya, disebut 15th Club sebagai rekor yang tidak dapat disamai oleh siapapun, sampai kapanpun. Apa saja rekor itu? Berikut ini daftarnya melansir 15th Club.

Skor 60-an

Di beberapa kesempatan, mencetak skor even-par sudah menjadi prestasi tersendiri bagi seorang pegolf. Namun, pencapaian skor 60-an yang tidak hanya sekali terjadi di sebuah putaran, tentu sangatlah tak biasa.

Annika Sorenstam dari tur wanita LPGA Tour, masih menjadi satu-satunya pegolf profesional wanita yang mencetak skor 59 di putaran kedua Standard Register PING 2001. Percobaan itu nyaris dibuat selama lima kesempatan, termasuk yang terakhir oleh Jessica Korda di Diamond Resorts Tournament of Champions akhir Januari lalu.

Jika rekor tersebut akan dapat dipecahkan dalam beberapa waktu mendatang, rekornya saat mengukir 14 putaran beruntun dengan skor 60-an pada 2005, dapat menjadi rekor yang sulit untuk disamai siapapun. Bahkan, 10 putaran beruntun dengan skor 60-an saja belum pernah terjadi.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Vijay Singh
Vijay Singh dari Fiji
Vijay Singh juara FedExCup 2008 / PGA.com

Ada yang menyebut kehidupan kedua akan lahir kembali di usia 40 tahun. Hal tersebut bisa benar adanya, karena Vijay Singh dari Fiji meraih 22 gelar setelah berusia 40 tahun. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari 12 gelar sebelum 40 tahun pada Februari 2003.

Apabila dibandingkan dengan pegolf lainnya, jumlah tersebut lima gelar lebih banyak dari Sam Snead.

Margin Terbesar

Di PGA Tour, margin terbesar yang pernah tercatat mencapai 16 strokes. Pencapaian ini satu stroke lebih baik dari kemenangan Tiger Woods di US Open 2000. Uniknya, 16 strokes itu terjadi sebanyak 4 kali dan terakhir kali dilakukan Bobby Locke di Chicago Victory National Open 1948. Sam Snead, Joe Kirkwood Sr., dan J. Douglas Edgar menjadi tiga pemenang lain dengan margin sebesar itu.

Selama satu dekade terakhir, PGA Tour belum memberikan trofinya kepada mereka yang memiliki dobel-digit strokes. Kemenangan 10 strokes terakhir kali didapat Brian Gay di RBC Heritage 2009.

1945
Byron Nelson New Orleans
Aksi Byron Nelson

Tahun di mana Amerika Serikat sedang terlibat Perang Dunia II, Byron Nelson memanfaatkan hal tersebut dengan mencetak sebanyak mungkin gelar yang mustahil dapat terulang di kemudian hari. Sebanyak 18 gelar, 11 di antaranya secara berurutan, jelas tidak akan terjadi lagi di era sekarang ini.

Ketika Tiger Woods sedang berjaya saja, dia hanya mengantongi empat gelar beruntun antara 2006 dan 2007. Jumlah gelar yang didapat Nelson, juga sulit untuk dilewati. Jumlah 18 gelar itu, lebih banyak 5 gelar dari Ben Hogan satu tahun berselang. Tiger Woods dan Vijay Singh di awal milenium 2000-an, saling berbagi 9 gelar pada tahun 2000 dan 2004.

Lebih jauh mengenai 11 gelar beruntun. Nelson mendapatkan 9 gelar di antaranya tanpa pernah beristirahat satu turnamen pun. Jumlah tersebut melampaui empat pekan beruntun milik Jack Burke Jr., pada 1952.

Selain musim 1945, Nelson memperluas jangkauan rekornya hingga 1942 dan 1946 sebagai pegolf dengan Top-10 beruntun terbanyak sepanjang masa. Sebanyak 65 Top-10 beruntun, rekor itu tak akan pernah terjadi di PGA Tour.

Melihat dominasinya di zaman Perang Dunia II, banyak sejarawan PGA Tour yang menyebut Nelson diuntungkan dengan nihilnya pegolf terbaik di era tersebut. Walau begitu, rekor tetaplah rekor dan akan terus dikenang dalam buku sejarah PGA Tour.

Termuda
Horton Smith jadi pemenang pertama The Masters pada 1934 / Springfield News Leader
Horton Smith jadi pemenang pertama The Masters pada 1934 / Springfield News Leader

Tiger Woods sering menyabet berbagai penghargaan sebagai pemenang termuda, salah satunya menjadi pemenang termuda The Masters di usia 21 tahun. Gelar tersebut menjadi satu dari total 6 gelar yang didapat sebelum berusia 22 tahun. Jumlah ini cukup impresif karena unggul dari lima gelar Jordan Spieth, tetapi masih terlampau jauh dari Horton Smith.

Sebelum berusia 23 tahun pada 1931, Smith mengantongi 14 gelar PGA Tour dengan rincian dua gelar pada 1928, delapan gelar 1929, dan empat gelar 1930. Tahun 1934, dia menjadi pemenang pertama di The Masters dan kembali memetik gelar mayor keduanya itu, dua tahu berselang.

Dari turnamen wanita, Lydia Ko mencapai gelar LPGA Tour ke-10 di usia 18 tahun, 6 bulan, dan satu hari. Pencapaian tersebut, mengoreksi Nancy Lopez yang perlu menunggu hingga usia 22 tahun. Satu rekor yang rasanya sulit disamai oleh pegolf wanita manapun.

Dari European Tour, Matteo Manassero dari Italia menjadi pemenang termuda di Castello Masters Costa Azahar 2010. Dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-18, dia kembali merengkuh Maybank Malaysian Open 2011. Manassero kemudian memiliki dua gelar lain dari Barclays Singapore Open 2012 dan BMW PGA Championship 2013 selaku flagship di European Tour.

Gelar LPGA Tour

Kathy Whitworth masih menunggu siapa pegolf yang akan melewati rekor 88 gelar LPGA Tour yang berakhir di United Virginia Bank Classic 1985. Whitworth juga melakukan rangkaian kemenangan tersebut selama 22 musim berbeda. 17 di antaranya secara beruntun, dan keduanya menjadi rekor di LPGA Tour.

Untuk jumlah gelar terbanyak dalam satu musim, rekor tersebut dikuasai Mickey Wright yang mengukir 13 gelar pada 1963. Dia juga memenangkan gelar ke-50 di LPGA Tour sebelum berusia 29 tahun. Hanya ada lima pegolf lain, yang mempunyai lebih dari 50 gelar.

Jack Nicklaus
Pose khas Jack Nicklaus saat meraih gelar The Masters 1986 / Amazon.com
Pose khas Jack Nicklaus saat meraih gelar The Masters 1986 / Amazon.com

Sudah jelas Jack Nicklaus akan dikenang sebagai pemilik 18 gelar mayor. Namun, tidak hanya rekor itu saja yang menjadi sorotan. Posisi kedua, Top-5, hingga Top-10 seluruhnya masih belum terbantahkan hingga saat ini.

Nicklaus memiliki 19 runner-up di mayor, yang lebih banyak 8 runner-up dibanding Phil Mickelson. Dari Top-5, dia punya 56 kali, yang hampir dua kali lebih banyak dari 33 Top-5 milik Tiger Woods. Top-10? Nicklaus mengantongi 73Top-10  yang 25 edisi lebih banyak dari 48 Top-10 Sam Snead.

Kiprah Nicklaus di turnamen mayor juga terasa mewakili generasi masa lalu ke generasi masa depan. Top-10 pertamanya di US Open 1960, diikuti T.9 Ben Hogan yang segera mengakhiri karier mayornya pada 1967. Tahun 1998, Jack menempati T.6, saat Tiger Woods finis satu stroke di belakangnya, di T.8.

Tiger Woods

Selain gelar US Open dengan dominasi 15 strokes, Tiger merupakan satu-satunya pegolf sejak 1900 yang mengantongi dua gelar mayor dengan menang double-digit. The Masters 1997 ‘begitu mudah’ ia menangkan dengan 12 strokes.

Tiger juga tak pernah melewatkan akhir pekan selama 142 turnamen beruntun antara 1998 hingga 2005. Jumlah tersebut 29 turnamen lebih banyak dari Byron Nelson.

Antara Agustus 1999 hingga November 2000, Tiger juga selalu mengungguli rata-rata skor para pesaingnya sebanyak 89 kali, secara beruntun. Menghitung statistik tersebut selama empat dekade, angka yang didapat hanyalah 33 kali.

Sebelum berusia 30 tahun, Tiger telah mengukir 46 gelar yang menjadi rekor baru melewati 30 gelar milik Jack Nicklaus. Jumlah tersebut bahkan dua gelar lebih banyak, dari 44 gelar yang dipunyai sepanjang karier rivalnya, Phil Mickelson.

Semasa amatir, Tiger mengambil enam gelar USGA beruntun. Tiga US Junior Amateur yang dilanjutkan dengan tiga US Amateur.

Image result for us amateur tiger
Tiger memeluk sang ayah usai merengkuh gelar US Amateur pertamanya di tahun 1994 / PGA Tour

Di masanya, Tiger Woods selalu berhasil mengonversi 37 puncak klasemen 54-hole menjadi gelar antara 1997 hingga 2009. Percobaan yang sama selama 15 tahun terakhir, hanya menghasilkan 46 persen dari seluruh pemuncak 54-hole yang memenangkan gelar PGA Tour.

Dari ranking dunia, Tiger menjadi pegolf No.1 terlama dengan 683 pekan atau dua kali lebih banyak dari Greg Norman yang hanya 331 pekan. Bahkan, jika menghitung seluruh pegolf Eropa di No.1 dunia, itu hanya 411 pekan.

Terakhir, Tiger menjadi satu-satunya pegolf yang datang ke empat turnamen mayor sepanjang 2001-2002 sebagai juara bertahan. Tiger melakukan “Tiger Slam” di US Open 2000, the Open 2000, PGA Championship 2000, dan The Masters 2001.