AGolf.xyz- Chanel, rumah mode Paris yang telah berdiri sejak tahun 1910 ini identik dengan jaket khas yang menjadi salah satu potongan paling revolusioner yang pernah dibuat. Pada tahun 50-an dan 60-an jaket Chanel merupakan sebuah simbol status aristokrasi Inggris, serta sebagai ikon mode Jacqueline Kennedy (ibu negara AS selama masa kepresidenan John F Kennedy). Bahkan Jackie O pernah mengenakan setelan merah muda Chanel-nya selama mendampingi JFK.

Tapi sejarah jaket ini tidak banyak diketahui orang. Jaket Chanel pertama kali dirancang pada tahun 1954 oleh Gabrielle “Coco” Chanel. Tujuan awal dari pembuatan jaket tersebut adalah untuk membebaskan wanita dari kendala siluet kepala sirip waisted di tahun 50-an. Coco sendiri telah berusia 71 tahun ketika ia menciptakan jaker Chanel ikoniknya yang terinspirasi dari setelan pria.

“Jaket ini memungkinkan para wanita untuk bergerak dengan mudah, agar tidak terlihat seperti mengenakan kostum. Saya tidak mengubah sikap dan tingkah laku, karena jaket ini sangat berbeda yang dikenakan untuk selalu bergerak,” jelas Coco soal ide di balik jaket ikoniknya.

chanel jacket
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pada tahun 1950-an fashion sangat flamboyan dan penuh semangat dengan kerah bulu domba dan garis leher bateau menjadi tren. Gaya ini dipengaruhi oleh era tahun 1947 “tampilan baru” karya Christian Dior yang terus menginspirasi mode pada tahun 50-an.  Coco menghadirkan mode yang memberikan perubahan untuk keagungan gerakan, minimalis dan potongan lurus dalam desain barunya. Hingga akhirnya siluet baru dari jaket Chanel ini akan mengubah cara wanita berpakaian.

Inspirasi

Coco menghadirkan jaket ikonik Chanel dengan pendekatan tradisional pada fashion wanita yang terinspirasi oleh busana pria. Di mana busana pria memberikan kebebasan bergerak yang absolut dan memiliki desain lebih sederhana. Jaket Chanel ini dibuat selama 130 jam pengerjaan dengan 30 kali pengukuran.

Chanel Jacket Detail Pocket

Awalnya jaket ini terdiri dari 18 bagian terpisah yang dianyam secara cermat hanya dengan tangan. Menurut Coco pengerjaan menggunakan tangan lebih memberikan kesan semangat haute couture. Jaket ini memiliki empat kantong yang disesuaikan dengan corak jaket atau bisa juga dikombinasikan dengan detail atau aksen yang mencolok. Setiap kancing jaket dicap dengan simbol Chanel dan Coco memerintahkan secara khusus bahwa setiap kancing harus dilengkapi dengan lubang kancing.

Chain-Chanel-Jacket

Jaket ini memiliki desain anggun dengan bahan wol, serta penambahan sebuah rantai halus yang dijahit ke lapisan sutra sebagai sentuhan akhir. Hal tersebut merupakan salah satu rahasia Chanel untuk memberikan kesan elegan pada jaketnya.

Satu model berbagai variasi

Hampir menyerupai dengan setelan yang dirancang oleh Chanel pada tahun 1925, Coco meghadirkan jaketnya agar terlihat seperti cardigan yang lebih longgar. Berbeda dengan rumah mode lain untuk wanita pada era tersebut.

“Jaket Chanel merupakan jaket yang melambangkan keagungan feminim dari waktu ke waktu,” kata Karl Lagerfeld, Direktur Kreatif Chanel sejak 1983.

Sejak diambil alih oleh Lagerfeld, ia mengembangkan jaket Chanel dipasangkan dengan rok yang serasi, berbagai warna pastel atau dalam palet hitam putih sederhana. Bahkan setelah 60 tahun berlalu, terobosan jaket dari Lagerfeld tetap menjadi landasan mode kontemporer hingga kini.

“Ada hal-hal dalam mode yang tidak pernah ketinggalan jaman yakni jeans, kemeja putih dan jaket Chanel,” kata Lagerfeld.