Justin Rose OWGR
Justin Rose puncaki No.1 dunia / AGolf Design

AGolf.xyz – Justin Rose asal Inggris menjadi pegolf No.1 dunia untuk pertama kalinya, usai membukukan finis kedua di BMW Championship, Senin (10/9). Walaupun kalah Play-off dari Keegan Bradley yang memenangi gelar keempatnya di PGA Tour, hasil itu cukup untuk menjadi pegolf Inggris keempat yang pernah menghuni No.1 dunia.

Nick Faldo merupakan pegolf pertama Inggris yang mendiami No.1 dunia antara 1990-1994 selama 97 pekan. Posisinya disusul Lee Westwood 22 pekan 2010-2011 dan dilanjutkan Luke Donald selama 56 pekan antara 2011-2012.

No.1 dunia yang akhirnya diraih Justin Rose, merupakan perjalanan panjang pegolf 38 tahun itu sejak memenangi English Boys Stroke Play Championship U16 dan English Boys Stroke Play Championship di tahun yang sama, 1995. Berganti status profesional pasca finis keempat di the Open 1998, Justin Rose kini menjadi pegolf dengan segudang prestasi mulai dari gelar US Open, dua WGC dan emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Bagaimana perjalanannya sejak amatir hingga saat ini. Berikut rangkumannya seperti dilansir European Tour.

The Open 1998
Justin Rose the Open
Aksi Justin Rose sebagai Amatir Terbaik the Open 1998 / TheOpen
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Rose yang lahir pada 30 Juli 1980, mendapatkan kesempatan emas tampil di mayor pertamanya usai memenangi St. Andrews Links Trophy 1997. Kemenangan itu membawanya ke Royal Birkdale sebagai tuan rumah the Open 1998.

Tak sekedar tampil di turnamen sebesar the Open, Rose yang membuat 66 di putaran keduanya berhasil naik hingga peringkat kedua dengan 2-under par 138. Saat itu, ia saling mengisi posisi kedua bersama Tiger Woods dan Nick Price, untuk tertinggal satu stroke saja dari Brian Watts.

Permainan tajamnya tetap menempatkannya di posisi kelima usai putaran ketiga, walaupun menghasilkan skor 75 dengan kondisi yang ganas di lapangan sepanjang 7.018 yards ini. Rose yang akan merayakan ulang tahun ke-18 dua pekan setelah the Open ini, menutup 72-hole dengan 2-over par 282 untuk duduk di tempat keempat bersama pegolf yang menjadi rekannya di masa depan, Jim Furyk, Jesper Parnevik dan Raymond Russell.

Mark O’Meara kalahkan Brian Watts di agregat 4-hole dengan 1-under untuk menyandingkan Green Jacket tiga bulan sebelumya.

Miss CUT Terus-terusan

Puas sebagai Amatir Terbaik di the Open, Rose cepat-cepat berganti status profesional. Sayangnya, permainan yang kurang kompetitif membuatnya kehilangan bermain di akhir pekan sepanjang 11 bulan berikutnya. Setidaknya ada 21 Miss CUT yang ia alami, namun Rose tetap percaya waktunya akan tiba.

Betul saja, 27 Juni 1999 menjadi turnamen pertama yang ia mainkan hingga 72-hole. Dengan skor 75 di putaran pertama Compaq European Grand Prix, Rose lolos ke akhir pekan dengan 69 untuk finis di urutan 74.

Gelar Pertama European Tour

Perbaikan yang ia kebut selama milenium 2000, baru memunculkan hasil yang ia harapkan di tahun 2001 dengan dua runner-up. Back-to-back runner-up di Mercedes-Benz S African Open dan Alfred Dunhill Championship di awal tahun 2001, memberi kepercayaan lebih dengan menenggak gelar pertamanya 12 bulan berikutnya.

Dengan skor 71 di putaran pembuka Alfred Dunhill Championship, Rose menekan papan klasemen dengan 66 di hari Jumat dan Sabtu, untuk kemudian mengangkat gelar pertamanya berkat 65 di putaran final. Rose unggul dua strokes dari Mark Foster, Retief Goosen dan Martin Maritz.

Gelar ini memastikan kartu European Tour tanpa melewati tiga Q-School seperti yang dilakukan sebelumnya. Kemenangannya di Afrika Selatan, Rose juga menambah gelar keduanya di negaranya sendiri, Victor Chandler British Masters di Woburn, pada Juni 2002.

Order of Merit 2007
Rose Order of Merit
Rose dengan trofi Order of Merit 2007 / European Tour

Tertinggal dua strokes di dua hole terakhir The Masters 2007, Rose punya peluang menang jika saja double-bogey 6 di hole 71 tidak dibuatnya ketika itu. Ia pun menyerahkan kemenangan ke Zach Johnson dengan skor akhir 1-over par 289, dan tertinggal 3 strokes.

Sebulan berselang, Rose kalah Play-off di BMW PGA Championship melawan Anders Hansen. Rasa penasaran dua runner-up lain di WGC-Bridgestone Invitational dan Alfred Dunhill Links Championship, akhirnya dibayar tuntas dengan gelar Volvo Masters di awal November. Kemenangan Play-off dari Simon Dyson dan Soren Kjeldsen, juga memastikan pegolf 27 tahun itu menjuarai Order of Merit di akhir musim.

Ryder Cup

Rose sumbangkan 3 poin saat tampil pertama kali di Ryder Cup 2008, yang sayangnya Tim Eropa harus kalah 11,5-16,5 di Valhalla, Kentucky. Namun, kekecewaan itu terbayarkan saat sumbangan serupa 3 poin di Medinah, menjadi headline “Keajaiban di Medinah” 14,5-13,5 usai tertinggal 6-10 dari dua hari pertama.

Di edisi 2014, Rose kembali tergabung tanpa mengalami kekalahan dari 4 partai yang ia mainkan. Tiga kemenangan dan dua imbang, menjadi sumbangan terbesar di Gleneagles Skotlandia untuk kemenangan akhir 16,5-11,5.

Sayangnya, kecocokan yang kembali dibangun antara peraih emas-perak Olimpiade di Hazeltine seperti sudah terbaca dengan dua kekalahan dari pasangan yang sama, Jordan Spieth dan Patrick Reed. Kalah di partai single melawan Rickie Fowler, Tim Eropa kalah telak 11-17 yang menjadi kekalahan terbesar sejak 1979 dengan skor serupa di The Greenbrier, Virginia Barat.

US Open 2013
Rose US Open 2013
Rose mengangkat trofi US Open 2013 sebagai penghormatan ayahnya yang telah meninggal, Ken / MyGolfWay.com

Hari Minggu di Merion Golf Club merupakan perayaan Hari Ayah di Amerika. Hari yang juga bertepatan dengan gelar mayor pertama Rose di US Open 2013. Ia mempersembahkan kemenangan itu kepada ayahnya, Ken yang meninggal pada 2002. Fotonya yang mengangkat trofi ke langit menjadi salah satu kemenangan paling ikonik di US Open.

Rose lima tahun lalu memenangi US Open dengan skor akhir 1-over par 281. Mempertahankan skor even-par 70 di putaran final, Rose menyaksikan 4 pegolf di atasnya, Phil Mickelson, Charl Schwartzel, Hunter Mahan dan Steve Stricker rontok di hari terakhir. Rose pun menang dua strokes dari pegolf terdekat Jason Day dan Phil Mickelson.

Rio 2016

Golf kembali masuk ke program Olimpiade untuk pertama kalinya sejak St. Louis 1904. Lebih dari 1 abad melihat golf dipertandingkan di Olimpiade, Rose menjadi pegolf pertama yang menggenggam erat emas Olimpiade di milenium baru, bersama dengan Henrik Stenson yang mendapatkan medali perak di Rio de Janeiro, Brazil.

Rose membuat 67 di putaran final untuk skor akhir 16-under par dan unggul dua strokes dari Stenson. Matt Kuchar mengamankan perunggu dengan skor 63 di putaran final.

“Rasanya luar biasa. Mewakili Tim Britania Raya dan memenangi emas Olimpiade, merupakan satu momen yang menurut saya ajaib,” ucap Rose.

2017-2018

Tak mendapatkan satu gelar pun selain emas Olimpiade, dan kalah Play-off di The Masters 2017 dari Sergio Garcia, Rose perlu menunggu hingga akhir Oktober 2017 untuk mendapatkan gelar WGC-HSBC Champions. Satu pekan berselang, Rose kembali memenangi Turkish Airlines Open dan memenangi Indonesian Masters saat kunjungannya ke Jakarta, akhir tahun lalu.

Memasuki musim 2018, Sergio Garcia sebagai mendapatkan gelar PGA Tour Fort Worth Invitational sebagai gelar ke-9 dan yang pertama sejak Zurich Classic of New Orleans 2015. Walaupun kalah Play-off dari BMW Championship minggu lalu, Rose menjadi pegolf Inggris ke-4 dengan predikat No.1 dunia.