Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti/ www.setkab.go.id
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti/ www.setkab.go.id
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti/ www.setkab.go.id

AGolf – Pemerintah menggandeng Rusia untuk mendukung pengembangan 20 sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau terluar dan wilayah perbatasan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan kerjasama ini bertujuan untuk membangun infrastruktur dan sarana prasarana pengolahan produk kelautan dan perikanan, cold chain system, energi terbarukan dan pengembangan integrated aquaculture.

Kerja sama ini juga bertujuan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) bagi aparatur dan pelaku usaha Indonesia untuk memenuhi standar kualitas dan kesehatan. Hal ini sesuai dengan yang dipersyaratkan Custom Union sebagai salah satu implementasi Mutual Recognition Arrangement (MRA) RI – Rusia.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Denis Manturov. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kerjasama investasi kelautan dan perikanan yang sebelumnya telah dibahas pada kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Sochi Rusia serta penguatan kerja sama kelautan dan perikanan dengan mitra di Rusia beberapa waktu yang lalu pada tanggal   17 sampai 21 Mei 2016.

“Kami ingin menawarkan kepada Rusia, terurama perusahaan tambang dan energi asal Rusia Blackspace pada industri pengolahan ikan dan infrastruktur pelabuhan. Untuk tahap awal, Blackspace direncanakan akan membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) di empat lokasi pelabuhan perikanan, yakni Lampulo Aceh, Untia Makasar, Sendang Biru Malang, Prigi Trenggalek”, terang Susi melalui keterangannya, Selasa (1/11).

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selain itu, untuk mendukung pengawasan dan memperkuat infrastruktur pembangunan SKPT, Susi juga menawarkan kerjasama di bidang transportasi penerbangan. Hal ini pun disambut baik oleh Denis.

“Kerjasama di bidang penerbangan, saya pikir dapat mengembangkan kota-kota kecil yang memiliki potensi besar,” ungkapnya.

Selain itu, Susi pun mengajak Rusia untuk menjaga hubungan baik dan follow up dalam hal kerja sama, terutama sharing data. Diharapkan dengan kerjasama ini, Indonesia dan Rusia menjadi negara beda benua yang melakukan koordinasi serta konsolidasi lebih giat, terutama dalam memerangi IUUF dan mengembangkan 20 wilayah pembangunan SKPT.