Brooks Koepka PGA Championship
Brooks Koepka tak ingin Ryder Cup tanpa penonton / AGolf Design

AGolf.xyz – Adanya rencana yang menyebut Ryder Cup akan dimainkan tanpa penonton, membuat beberapa pegolf angkat bicara terkait keputusan tak biasa ini. Brooks Koepka, salah satu punggawa Tim Amerika pada 2016-2018 menganggap keputusan tersebut bukanlah pilihan bijak untuk Ryder Cup.

Dalam salah satu wawancara Golf Channel dilansir Bunkered, Jumat (15/5), pegolf No.3 itu menyarankan Ryder Cup sebaiknya mundur dari 25-27 September jika pintu penonton ditutup rapat karena pandemi virus corona.

“Saya tidak menyukai pilihan tanpa fans di Ryder Cup,” komentar Koepka. “Saya tidak melihat apa poinnya.”

“Buat kami, ini kesempatan terbaik untuk mewakili Tim Amerika. Di waktu yang sama, fans juga menginginkan hal ini sebagai salah satu turnamen yang wajib dikunjungi. Saya ingin mendengar penonton meneriakkan ‘U-S-A’ dan meriuhkan tee pertama kami,” imbuhnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Ungkapan Koepka atas keputusan PGA of America ini, menjadi salah satu kritik yang sebelumnya telah disampaikan Rory McIlroy bulan lalu. Diutarakannya, Rory menyarankan Ryder Cup sebaiknya ditunda hingga tahun depan 2021. “Saya lebih memilih ditunda daripada diadakan 2020 tetapi tanpa penonton.”

Kapten Tim Eropa Padraig Harrington, agak menyayangkan jika Ryder Cup harus diadakan tanpa keriuhan penonton.

“Itu salah satu keputusan yang harus kita hargai bersama. Tetapi, harus ada pertimbangan tersendiri mengingat Ryder Cup bisa disebut sebagai salah satu ajang olahraga yang paling dinanti. Fans menjadi daya tarik Ryder Cup, dan akan sangat berbeda menyaksikan turnamen ini di depan TV dari melihat langsung di lapangan,” pendapat Harrington.

Ryder Cup 2020 akan dimainkan sepekan setelah US Open, yang memindahkan turnamen mayornya dari bulan Juni karena pandemi virus corona. Dalam revisi terbaru PGA Tour, turnamen ini cukup percaya diri untuk tetap diadakan pada waktu asalnya dengan harapan pandemi segera berlalu.