Logo Bank Sinarmas
Logo Bank Sinarmas
Logo Bank Sinarmas

AGolf – PT Bank Sinarmas Tbk pada kuartal III mencatatkan peningkatan kredit 7 persen dari tahun sebelumnya Rp 17,63 triliun menjadi Rp 18,79 triliun.

Direktur Utama Bank Sinarmas, Freenyan Linwang mengungkapkan perseroan melakukan ekspansi ke kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan usaha kredit usaha rakyat (KUR) yakni penyaluran kredit terhadap pembiayaan TKI, nelayan, petani dan peternak.

“Tak hanya penyaluran kredit korporasi, kami juga bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, KKP dan BNP2TKI, OJK dan lembaga donor Australia,” ujar Freenyan dalam siaran pers.

Bank Sinar Mas juga akan melakukan restrukturisasi kredit di sektor property dan pertambangan. Hal ini karena adanya peningkatan rasio kredit bermasalah/NPL gross menjadi 3,45 persen dan 2,27 persen secara gross.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Freenyan mengungkapkan perushaan restrukturisasi ini dilakukan agar NPL gross bisa turun di bawah 3 persen hingga akhir tahun ini. kemudian tahun depan, NPL ditargetkan berada di bawah 2 persen.

Sebagai channel penyaluran kredit. Bank Sinarmas telah bekerjasama dengan Modalku, yakni penyaluran kredit UMKM berbasis aplikasi dan Cashlez serta Dimo Pay untuk sistem pembayaran online.

Ia menambahkan bahwa BSIM juga memiliki peran aktif dalam program inklusi finansial yang digagas oleh OJK. Hingga September, BSIM sudah memiliki agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor) di 45 kota dengan dengan jumlah 829 orang. Sementara hingga November, jumlah agen Laku Pandai telah mencapai 1.309 orang.

“Inklusi keuangan yang kami lakukan menjangkau pula para petani perkebunan di daerah – daerah terpencil di Kalimantan dan Sumatera. Para petani yang terbiasa menerima pembayaran gaji secara tunai, kini memiliki akses pada sistem keuangan,” pungkasnya