AGolf.xyz- Hampir seluruh dokter yang ada di belahan dunia ini meresepkan obat sesuai dosis dan kebutuhan pasien agar lekas sembuh. Namun berbeda dengan dokter di Montreal, Kanada yang menuliskan resep untuk perjalanan ke Montreal Museum of Fine Art (Musee des Beaux-Arts de Montreal) sebagai tambahan perawatan konvensional.

Hal ini akan mulai berlaku per tanggal 1 November. Resep ini dapat dikeluarkan oleh dokter yang merupakan anggota organisasi Medecins francophones du Canada. Para dokter ini akan memiliki jatah sebanyak 50 resep kunjungan gratis ke museum. Para pasien dapat ditemani keluarga atau pengasuh untuk menikmati manfaat seni dengan kunjungan gratis tersebut.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Ini bukan pertama kalinya museum menjalin kerjasama antara seni dan kesehatan. Museum ini merupakan rumah bagi international Atelier (lokakarya) untuk pendidikan dan terapi seni Michel de la Cheneliere, yakni sebuah kompleks pendidikan yang penuh dengan program terapi kesehatan dan seni untuk umum dari segala usia. Museum ini memiliki peneliti dari berbagai lembaga di Quebec yang mempelajari aspek manfaat mengunjungi museum dengan manfaat latihan fisik.

Montreal Museum of Fine Art merupakan museum pertama yang dirancang untuk membantu orang-orang dengan masalah kesehatan fisik dan mental. Program ini menyambut orang-orang dalam suasana yang santai dan merevitalisasi. Di mana para pasien dapat beristirahat dan memperkuat hubungan mereka dengan orang-orang terkasih.

“Saya yakin bahwa di abad ke-21, kesenian akan menjadi salah satu pengganti aktivitas fisik bagi kesehatan. Pengalaman budaya dan seni dapat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran, seperti halnya dengan olahraga yang berkontribusi terhadap kebugaran. Menilik seratus tahun yang lalu bahwa olahraga diyakini mendistorsi tubuh dan mengancam kesuburan wanita,” kata Nathalie Bondil, direktur jenderal dan kepala kurator MMFA dilansir dari Lonely Planet News.

Asosiasi dokter juga mencatat bahwa program ini bertepatan dengan upaya mereka untuk mengenali individualitas dan kemanusiaan pasien.