AGolf.xyz – Louis Vuitton memperkenalkan seri parfum terbarunya Nuit de Feu dari jajaran Oriental Perfumes Collection. Parfum Nuit de Feu baru memberikan penghormatan kepada budaya di Timur Tengah.

Nuit de Feu dibuat oleh master perfumer Louis Vuitton, Jacques Cavallier Belletrud dengan menggunakan bahan baku yang paling mewah dan terbaik dalam komposisi terbarunya. Parfum ini memiliki komposisi yang mempesona di sekitar notes aroma dupa dengan tambahan aroma dari kulit dan kayu oud.

Secara keseluruhan, Louis Vuitton Nuit de Feu merupakan aroma baru yang megah dan membangkitkan cahaya api unggun dalam keheningan malam gurun. Dupa putih dari Somaliland, diubah oleh Louis Vuitton di Grasse, menawarkan kesegaran yang mempesona. Di bagian middle note adalah dupa asap hitam yang mendefinisikan kepribadian parfum: hangat, padat, dan sensual.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kemudian diikuti aroma dari dupa damar yang memancarkan aroma khasnya yang melambangkan kelembutan dari kulit kayu alami, sekaligus menjadi bahan ikonik Louis Vuitton. Infus eksklusif ini terbuat dari potongan kulit yang dikumpulkan di bengkel bersejarah di Asnières, sekaligus merupakan  kunci dari komposisi parfum merek.

Hasilnya sebuah aroma musky, dengan biji ambrette yang memberikan aksen bersahaja. Kemudian diikuti oleh aroma Assam oud (berasal dari India) yang luar biasa, bahan ini seringkali ditemukan di setiap parfum dalam Oriental Perfumes Collection.

“Nuit de Feu merupakan perpaduan dari bahan-bahan penting yang telah melintasi zaman dan peradaban kita. Saya ingin membuat parfum yang menopang dan menghubungkan kembali, kita dengan alam dan sejarah,” bunyi pernyataan dalam situs web Louis Vuitton.

Parfum ini dikemas dalam botol ikonik Louis Vuitton dalam kemasan 100 ml dan 200 ml. Set parfum ini juga tersedia dalam kemasan travel dalam empat botol kecil 7,5 ml.