AGolf.xyz-  Sebuah karya seni luar biasa menggunakan algoritma AI telah menghasilkan sebuah lukisan abstrak yang dijual dengan harga fantastis yakni USD 432.000 atau sekitar Rp6,4 miliar di rumah lelang Christie pada 23-25 Oktober di New York.

Lukisan berjudul Potrait of Edmond de Belamy ini dijual dalam bingkai kayu gilded asli yang menggambarkan seorang pria mengenakan mantel gelap dengan kerah putih. Meski lukisan ini terlihat belum selesai dengan fitur wajah kabur dan area kanvas yang masih kosong, namun hal tersebut tak menyurutkan minat para penikmat seni.

Keseluruhan lukisan ini dikerjakan dengan rumus matematika dari algoritma yang digunakan untuk membuat lukisan tersebut. Lukisan ini dibuat dengan menggunakan algoritma Generative Adversarial Network (GAN) dan informasi gambar dari 15.000 potret. Lukisan ini terdiri dari algoritma dua bagian yakni generator dan diskriminator. Dimana sistem akan diberikan satu set data potret yang dilukis antara abad ke-14 dan abad ke-20.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kemudian generator baru akan membuat gambar baru berdasarkan pengaturan ini, sedangkan diskriminator akan memeriksa semua output dan membandingkan produk dari algoritma dengan potongan yang dilukis oleh tangan manusia. Setelah algoritma komputer menghasilkan gambar, kemudian akan dicetak dengan tinta di kanvas.

“Teknologi ini memungkinkan kami untuk bereksperimen dengan kreativitas yang dihasilkan oleh mesin dan sejajar dengan peran para seniman untuk menciptakan sebuah karya,” kata Hugo Caselles-Dupre, pendiri kolektif Obvious. “Pendekatan ini bertujuan untuk mengajak pengamat seni mempertimbangkan dan mengevaluasi persamaan dan perbedaaan antara metanikan dalam otak manusia,“ tambahnya.

“Ketika lukisan Potrait of Edmond de Belamy berada di lelang kami, hal tersebut menandakan kedatangan seni AI di tahap lelang dunia,” kata Richard Llyod, Kepala Cetak Internasional di Christie’s.

Hasil dari penjualan lukisan ini akan digunakan untuk penelitian kolektif lebih lanjut dalam petaihan algoritma dan untuk membiayai daya komputasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan jenis karya seni.