AGolf.xyz– Rusaknya lingkungan destinasi wisata selalu saja merugikan. Hal inilah yang terjadi di salah satu pantai andalan di Phuket, Thailand. Maya Bay yang sebelumnya sudah ditutup dari Mei lalu ternyata belum bisa kembali sesuai harapan. Pemerintah Thailand menganggap waktu empat bulan tidak cukup untuk memulihkan semua ekosistem dan terumbu karang yang ada.

Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tanaman Thailand atau DNP berencana akan menutup kembali lokasi shooting The Beach yang dibintangi oleh Leonardo di Caprio tersebut untuk kedua kalinya, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Faktor kepopuleran Maya Bay sebagai destinasi wisata, menjadikannya selalu penuh dengan wisatawan setiap tahunnya. Hal tersebut menyebabkan terumbu karang menjadi rusak akibat terkena perahu, jangkar, dan aktivitas para wisatawan seperti memberi makan ikan, membuang sampah ke laut dan snorkeling berjam-jam lamanya.

View this post on Instagram

Not not enjoying exchange ?

A post shared by Mitch Gordon (@gordonmitch) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Songtham Sukswang selaku Direktur Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tanaman Thailand atau DNP mengatakan bahwa Maya Bay setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk membuatnya kembali pulih seperti semula. Merestorasi pantai, terumbu karang dan hutan mangrove yang ada di Maya Bay tersebut.

View this post on Instagram

i hope im a fish in my next life

A post shared by Reags (@reagskurps) on

Thailand terkenal rajin menutup taman nasional dan pulau-pulau mereka dengan berbagai macam alasan yang patut ditiru oleh pemerintah lainnya. Beberapa alasannya antara lain cuaca ekstrim, pemulihan ekologi, hingga oover-tourism. Langkah tersebut dapat dikatakan berani. Ini berarti pemerintah Thailand serius dalam menggarap sepenggal kekayaan alamnya.