TaylorMade adakan ajang skins game untuk pandemi virus corona / Golf Digest
TaylorMade adakan ajang skins game untuk pandemi virus corona / Golf Digest

AGolf.xyz – Di Seminole Golf Club, Florida, empat pegolf akan saling bertemu pada ajang amal TaylorMade Driving Relief. Ditujukan untuk profesi medis di tengah pandemi virus corona sekarang ini, Rory McIlroy, Dustin Johnson, Rickie Fowler, dan Matthew Wolff akan mempersembahkan USD2 juta pada Minggu (17/5/2020).

Menggunakan format skins seperti ZOZO Championship, ajang ini menyatukan Rory dan DJ untuk melawan Fowler dan Wolff. Sekilas, Rory-DJ begitu diuntungkan dari seterunya itu. Dari jumlah gelar PGA Tour saja, keduanya telah memiliki 38 gelar dibandingkan Fowler yang baru mendapatkan lima gelar dan Wolff dengan 3M Open 2019.

Dari pencapaian No.1 dunia, Rory-DJ pernah berdiri selama 192 pekan dibandingkan Fowler yang mencapai peringkat tertingginya di No.4 dan No.95 untuk Wolff.

Meskipun di atas kertas dukungan deras bisa diberikan kepada Rory dan DJ, Fowler dan Wolff punya sejumlah keuntungan jika membedah beberapa aspek pukulan dalam golf. Berdasarkan data yang dikumpulkan 15th Club, berikut ini detailnya sebelum turnamen itu berlangsung.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone
Off-the-tee

Drive merupakan kekuatan utama Rory dan DJ di lapangan. Dalam rentang waktu yang dipilih 15th Club, Rory tengah memimpin statistik ini dengan 307,6 yards dan DJ ada di urutan keempat dengan 305,7 yards. Rory juga memiliki rata-rata 0,90 strokes sebagai peringkat kedua terbaik di PGA Tour. Hanya Viktor Hovland, teman bertanding Wolff yang menempati peringkat lebih tinggi, 0,91 per putaran.

Wolff hanya menempati peringkat 20 dari segi jarak, 297,7 yards sejak profesional. Sedangkan Fowler ada di urutan 53 dengan 291,6 strokes.

Approach Play

Unggul besar di driver, Rory dan DJ hanya sedikit unggul saat approach play. Menghitung sejak musim panas lalu, DJ memiliki rata-rata -0,33 Strokes Gained: Approach Per Round. Ini menempatkannya di urutan 134 dengan beberapa kesulitan yang dialaminya saat iron play. Untungnya, Rory punya peringkat cukup oke dengan No.14.

Fowler dan Wolff terasa cukup berimbang, dan menghasilkan angka 0 jika ditambahkan. Wolff sendiri punya kemampuan istimewa untuk menempatkan approach shotnya ke 35 kaki sejak profesional. Itu merupakan rata-rata catatan terbaik di antara tiga pegolf lainnya.

Around The Green

Musim ini, Rory kembali menaruh namanya di 20 besar Strokes Gained: Around-the-Green untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ini merupakan peningkatan luar biasa dari Top-100 saja di akhir 2010 silam. Sejak musim panas lalu, Rory juga memiliki rata-rata 0,36 per putarannya, atau peringkat ke-11 di antara pegolf lainnya.

Statistik yang hanya memfokuskan rentang waktu sejak keputusan profesional Wolff ini, kurang menguntungkan Fowler. Sebelumnya pada 2016/2017, Fowler memiliki sand save 68,7 persen atau lebih baik di antara 16 musim PGA Tour. Pada musim itu pula, Fowler menempati peringkat 15 SG: Around-the-Green dan No.11 pada 2015/2016.

Putting

Dari musim panas lalu, Fowler memasukkan putt tidak kurang dari 80 kaki per putarannya. Itu menjadi catatan terbaik ke-9 di PGA Tour dan terbaik di antara tiga pegolf lainnya. Fowler juga memimpin Strokes Gained: Putting pada musim 2017.

Bagi Rory, ini menjadi rerata skor terburuknya dengan 0,43 Strokes Gained: Putting per Round sejak musim panas. Cukup baginya berdiri di lingkaran Top-30 PGA Tour. Dustin Johnson juga cukup bermasalah saat putt. Sejak Juni, dia hanya memiliki 0,31 atau peringkat ke-128 dari 151 pegolf yang menjadi perhatian 15th Club.

Fowler dan Wolff dapat memanfaatkan kecekatan putting mereka di ajang ini.

Overall

Melihat empat statistik berbeda ini, Rory dan DJ tetap diuntungkan pada ajang ini. Sangat wajar juga menyaksikan Rory sedang duduk di No.1 dunia dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya ini. Sebagai juara bertahan FedExCup dan Pemain Terbaik 2019, Rory tengah memimpin Strokes Gained: Total sejak musim panas lalu. Dengan 2,33 per putaran, Rory unggul 0,35 dari Jon Rahm yang ada di peringkat kedua.

Keunikan Wolff pada gaya memukulnya, juga menghasilkan gelar PGA Tour pertamanya satu bulan setelah keputusannya menjadi profesional. Di 3M Open lalu, dia mencatatkan namanya sebagai pegolf termuda kedua di PGA Tour sejak Perang Dunia II pada usia 20 tahun. Wolff memiliki catatan yang oke di setiap Strokes Gained saat amatir.

Alhasil, Rory dan DJ pantas menjadi favorit tetapi Fowler dan Wolff dapat mengejutkan hasil akhir TaylorMade Driving Relief di Florida.