Phil Mickelson Pebble Beach Pro-Am
Phil Mickelson incar gelar kelima di Pebble Beach Pro-Am / AGolf Design

AGolf.xyz – Phil Mickelson perlu menunggu 197 hari untuk merasakan gelar pertamanya di AT&T Pebble Beach Pro-Am. Kejadian ini terjadi di edisi 1998, saat cuaca begitu buruk menghantam pantai barat Amerika. Dari kondisi normal bulan Februari, Phil baru menuntaskan putaran finalnya pada Agustus dengan skor akhir 14-under par 202 dari 54-hole.

Kondisi kali ini sedikit berbeda. Tiga putaran pertama di tiga lapangan berbeda, dimainkan dengan mulus oleh para pegolf untuk lolos CUT.

Namun, ancaman cuaca buruk mulai terlihat pada Sabtu (9/2) kemarin waktu setempat. Alhasil, cuaca ini sedikit banyak berpengaruh pada final yang menyisakan 60 pegolf saja. Total tiga jam mempengaruhi waktu bermain Phil Mickelson dan Paul Casey yang tampil di flight terakhir.

Tee times Mundur

Cuaca buruk memundurkan tee times Phil dan Casey hingga satu jam lamanya. Namun, Phil yang tertinggal tiga strokes dari Paul segera mengejar rekan Inggrisnya itu. Di akhir front nine, tiga birdie membuatnya terpaut satu strokes saja setelah Casey mendapatkan satu-satunya birdie di hole kedua.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Di 5 hole pertama back nine, Phil menambah tiga birdie lain untuk menukar papan klasemen. Casey di lain sisi, menderita 1-over dan memerlukan par-putt semeter di green 16 sebelum berpindah ke tee box 17.

“Saya masih bisa bermain dengan kondisi sedikit gelap,” kelakar Phil. “Tetapi, saya menghargai keputusan Casey jika kita harus menundanya dan lanjut esok hari. Dengan mereset dua hole terakhir, saya rasa apapun bisa terjadi di kondisi baru nanti.”

Casey yang memilih menunda, memanfaatkan salah satu petuah yang memintanya untuk mengambil langkah mundur sebelum bertarung habis-habisan keesokan harinya. “Jangan melawan pemain yang sedang on-fire. Dia pasti meminta saya untuk terus bermain. Saya ingin mengambil langkah panjang untuk esok hari,” ucap Casey yang berharap keberuntungan berpihak padanya.

Unggul Tiga Strokes

Putaran final yang tertunda dan menyisakan dua hole penting, Phil selangkah lebih dekat menuju rekor sepanjang masa di Pebble Beach Pro-Am. Ialah Mark O’Meara yang menjadi satu-satunya pegolf dengan 5 gelar antara 1985-1997.

Phil Mickelson saat ini hanya perlu satu gelar tambahan untuk menyamai rekor tersebut. Selama ini, Phil telah meraih gelar di tahun 1998, 2005, 2007, dan 2012.

Duel Phil vs Casey akan dilangsungkan sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, atau sekitar 11 malam Waktu Indonesia Barat, Senin ini.

“Putaran final yang sulit, tetapi puas melihat skornya hari ini,” ujar Phil yang baru saja memecahkan rekor dengan 500 CUT sehari sebelumnya. “Saya suka turnamen ini, dan penundaan seperti ini rasanya seperti sebuah keberuntungan. Saya masih ingat di tahun 1998, merasakan penundaan yang begitu lama dan akhirnya menang di sini. Semoga saja hal itu terulang Senin nanti.”

Peluang Playoff

Unggul tiga strokes sebenarnya mudah saja bagi Phil untuk meraih gelar. Tetapi, Pebble Beach memiliki keunikannya sendiri dengan cuaca dana angin khasnya. Tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana alam berbicara di Pebble Beach nanti. Termasuk mengempaskan skor Phil hingga turun di angka 15-under, skor yang dimiliki Scott Stallings.

Stallings yang membukukan 66 di putaran final, menjadi pemilik skor terendah di akhir 72-hole. Stallings pun mengakui belum akan pulang jika terjadi Playoff.

“Kemungkinan Playoff masih mungkin terjadi dan kami memutuskan memperpanjang masa tinggal kami di sini. Istri saya saja telah berulang kali mengubah penerbangan kami sebanyak 37 kali hari ini,” ujar Stallings.

Phil yang tahu akan hal itu, mewaspadai dua hole krusial itu. Dalam catatan kartu skor Phil dan Casey, Phil hanya mampu meraih dua par di hole 17-18. Sedangkan Casey, memiliki birdie-birdie di putaran pertama lalu.

“Turnamen belum selesai dan apapun bisa terjadi. Kita saling bermain dua hole sulit,” tutur Phil. “Tetapi, saya punya momentum bagus dan unggul dengan cukup nyaman, tiga strokes. Saya akan memanfaatkan hal ini Senin esok.”