AGolf.xyz– Festival Bekudo Bono atau festival Bono Surfing merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan, Riau. Festival ini akan kembali diselenggarakan pada 22-24 November 2018 di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Para peselancar dari dalam negeri maupun mancanegara akan menunjukkan kepiawaiannya menaklukkan ombak Bono yang memiliki tinggi lebih dari dua meter.

View this post on Instagram

📍Sungai Kampar Kec. Teluk Meranti Kab. Pelalawan, Riau Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia. Ombak Bono Sungai Kampar merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Nah buat followers @mitrahotelpku atur jadwal bersama teman dari sekarang,karena di tanggal 22 s/d 24 November 2018 akan ada BONO SURFING 2018 di Sungai Kampar Kec. Teluk Meranti Kab. Pelalawan, Riau Ada banyak event yang bisa kamu tonton seperti perlombaan Bono Surfing, Bekudo Bono, Gasing, Engrang, Bakiak. Tag teman kamu yang mau di ajak kesini👇 . . Courtesy video by @dedy_endoni . . . #mitrahotelpku #mitrahotelpkuwisata #bonosurfing2018 #WonderfulIndonesia #PesonaIndonesia #RiauTheHomelandOfMelayu #ayokeriau #bono #surf #bonosurf #bonosurfing #river #surfing #riversurfing #riverbreak #tidalwave #tidalpool #waves #waveparty #ayokebono #mainkepelalawan #ayokeriau #pesonaindonesia

A post shared by PROMO, REVIEW, HOTEL & WISATA (@mitrahotelpku) on

Tujuan diadakannya festival ini adalah untuk mempromosikan obyek wisata Bono menjadi tujuan wisata internasional. Festival Bekudo Bono juga akan dimeriahkan dengan serangkaian pementasan seni dan budaya yang diadakan malam hari di lapangan Ruang Publik Kreatif Pangkalan Kerinci.

Pada puncak acara festival enam peselancar profesional yakni dua peselancar Australia dan empat orang dari komunitas surfing Bali yang akan menunjukkan kehebatannya menaklukkan ombak Tsunami Kecil atau ombak Bono. Ombak Bono merupakan gelombang cepat dengan suara gemuruh keras pada kecepatan 40 kilometer per jam. Bahkan ketinggian ombak dapat mencapai 4 sampai 6 meter sekaligus.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Gelombang pasang Bono ini pertamakali ditemukan oleh bore-rider Perancis dan Brazil yang menemukan sensasi berbeda melakukan surfing di sungai Kampar. Sejak saat itu banyak penggemar bore-ride berselancar di gelombang Sunugai Kampar atau dikenal juga dengan tujuh hantu.

Sungai Kampar adalah sungai panjang yang mengalir dari pegunungan Bukit Barisan di sebelah barat pulau Sumatera. Sepanjang jalurnya, sungai Kampar terbelah menjadi dua bagian (Kampar kanan dan Kampar kiri) yang kemudian bertemu dengan banyak sungai lainnya sehingga meenghasilkan sebuah ombak tinggi, terutama pada saat pasang tiba.

Setiap tahunnya festival ini menampilkan usaha untuk memecahkan rekor dunia untuk perjalanan terpanjang dan terjauh di sungai. Tahun lalu acara ini setidaknya diikuti oleh  20 peselancar paling berpengalaman di dunia ambil bagian. Bahkan sebuah rekor baru individu dibuat oleh peselancar Australia James Cotton yang berhasil mengendarai pasang surut selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 17,2 km.