AGolf– Bagi penikmat perjalanan, menjajaki jalur yang biasa dilewati pasti membosankan. Sering kali mencari jalur alternatif lain menuju tempat tertentu, misalnya Bandung.

Ada beberapa jalur awam dari Jakarta ke Bandung. Melalui jalan tol Cipularang, atau menggunakan KA Parahyangan dengan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam dalam kondisi normal. Jakarta-Bandung juga bisa ditempuh melalui jalur Puncak, Bogor atau Jonggol dengan waktu perjalanan antara 3-5 jam perjalanan dalam kondisi normal.

Selain jalur tersebut, ada jalur lain yang tidak umum digunakan, yakni memanfaatkan jalur KA Lokal Walahar Ekspres jalur Jakarta-Purwakarta, disambung KA Lokal Cibatuan jalur Purwakarta-Cibatu. Waktu tempuh perjalanan memang lebih lama, sekitar 7-8 jam perjalanan. Dengan waktu tempuh yang lebih lama, kompensasinya adalah perjalanan lebih santai ditambah lagi bisa menikmati pemandangan berupa hamparan sawah, serta pepohonan hijau di sepanjang jalur kereta api. Sesekali kita juga bisa menikmati nuansa perkampungan yang dilalui jalur kereta api.

Kereta Api Walahar Ekspres dilengkapi dengan pendingan udara/ AGolf: Sri Wiyanti

Biaya perjalanan juga sangat murah. Untuk satu kali perjalanan menggunakan KA Walahar Ekspres, penumpang hanya dikenakan tarif maksimal Rp 6.000 per tiket. Sedangkan untuk KA Cibatuan, ongkos perjalanan hanya maksimal Rp 8.000 per tiket.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Meski murah, namun PT KAI tidak murahan memberi pelayanan. KA lokal ini juga dilengkapi dengan penyejuk ruangan atau AC, sehingga penumpang dijamin tidak kepanasan. Kebersihan juga terus dijaga dengan menempatkan petugas kebersihan di dalam kereta. PT KAI juga sudah semakin tegas terhadap perokok, tidak lagi dijinkan merokok di area mana pun di dalam kereta, begitu pula di stasiun. Namun di beberapa stasiun, masih belum terdapat peron yang memadai, sehingga beberapa penumpang masih relatif kesulitan naik-turun kereta, seperti para lanjut usia.

KA Walahar Ekspres memulai perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok. Sedangkan tiket perjalanan bisa dibeli langsung di Stasiun Tanjung Priok, Kemayoran, Tambun dan stasiun-stasiun berikutnya yang menjadi perhentian KA lokal tersebut. Begitu pula untuk KA Cibatuan yang memulai perjalanan dari Stasiun Purwakarta hingga Cibatu, melewati Bandung.

KA Walahar Ekspres memulai perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok, berhenti di Kemayoran, Tambun, Cikarang, Lemahabang, Kedunggedeh, Karawang, Klari, Kosambi, Dawuan, Cikampek, Cibungur, berakhir di Purwakarta.

Sedangkan untuk KA Cibatuan memulai perjalanan dari Stasiun Purwakarta, berhenti di Ciganea, Sukatani, Plered, Cikadongdong, Rendeh, Maswati, Sasaksaat, Cilame, Padalarang, Cimahi, Cimindi, Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Nagreg, Leles, Karangsari, dan berakhir di Cibatu.

Bagi yang ingin mencoba rute perjalanan yang tidak biasa ini, disarankan untuk memilih jadwal perjalanan KA Walahar Ekpres pada pukul 11.05 WIB dari Stasiun Tanjung Priok yang akan tiba di Stasiun Purwakarta pukul 13.45 WIB. Dengan demikian waktu tunggu di Stasiun Purwakarta untuk mengambil perjalanan KA Cibatuan pukul 15.45 WIB tidak terlalu lama.

Tumpukan gerbong kereta di Stasiun Purwakarta/ AGolf: Ria Martati

Stasiun Purwakarta cukup bersih dan unik. Memasuki area stasiun, terdapat beberapa objek foto seperti bangunan tua yang dikelilingi pohon beringin dengan kisaran usia puluhan hingga ratusan tahun. Selain itu, terdapat tumpukan kereta tak terpakai, yang dijejer rapi. Sayangnya pihak stasiun tidak memberi kebebasan mengambil foto di lokasi tersebut, dengan alasan harus mendapat izin dari DAOP 2 Bandung. Tapi sejepret, dua jepret masih diijinkan.

Perjalanan menuju Bandung dilanjutkan dengan KA Cibatuan pukul 15.45 WIB dari Stasiun Purwakarta, tiba di Bandung sekitar pukul 18.00 WIB.

Sayangnya, perjalan kembali ke Jakarta tidak bisa menggunakan jalur yang sama lantaran tidak sinkronnya jadwal KA Cibatuan tiba di Stasiun Purwakarta dengan keberangkatan KA Walahar Ekspres berangkat dari Stasiun Purwakarta.