Rupiah/ www.setkab.go.id
Rupiah/ www.setkab.go.id
Rupiah/ www.setkab.go.id

AGolf– Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama oleh Bareskrim Polri.

Namun, muncul keraguan sebagian umat Islam terhadap penegakan hukum. Keraguan ini memunculkan kabar akan adanya gerakan yang bakal berdampak pada stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

Selain akan kembali melakukan aksi bela Islam III yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 November 2016, akan muncul juga gerakan Rush Money Bela Islam yakni menarik uang sebanyak-banyaknya di bank agar kondisi perekonomian Indonesia goyah. Jika dua juta orang menarik uang Rp 5 juta pada hari yang sama, maka total uang yang ditarik mencapai Rp 10 triliun.

Terhadap munculnya kabar tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai hal tersebut tidak bagus untuk dilakukan karena dampaknya tidak menguntungkan sama sekali terhadap keberlangsungan perekonomian Indonesia.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Saya melihat hal-hal itu tidak bagus dilakukan, karena enggak ada yang untung sama sekali,” kata Darmin di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11).

Darmin menilai, apabila hal itu dilakukan, maka sudah masuk pada pengalihan isu, dari semula di ranah politik, untuk kemudian digeser ke ranah ekonomi. Padahal, pemerintah saat ini sedang gencar membangun fondasi ekonomi Indonesia agar tidak terpengaruh ekonomi global yang sedang melambat.

“Itu sih janganlah mengada-ada, itu namanya sudah mengalihkan langkah-langkah sifatnya ekonomi, padahal itu persoalan politik. Itu namanya sudah tidak negarawan,” ujar Darmin.

Sejauh ini, Darmin melihat isu Rush Money belum memunculkan sentimen negatif dari dalam negeri. Menurutnya, sampai saat ini sentimen negatif masih bersumber dari perekonomian global, terutama terkait dengan kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump.

“Nggak juga. Ekonomi dunia memang sedang nunggu-nunggu semua Trump bikin apa lagi. Tapi sebenarnya orang menganggap dia pasti realistis, tapi ada juga yang mau dia tegakkan di kampanyenya. Orang harus kompromi dengan realitas,” tutur Darmin.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, isu Rush Money tidak terjadi di Indonesia.

“Kita harapkan tidak terjadi,” tutur Sri Mulyani.