AGolf.xyz– Festival Day of the Dead atau Dia de Muertos merupakan sebuah perayaan yang berfokus pada pertemuan keluarga dan teman-teman untuk berdoa. Acara ini bertujuan untuk mengingat teman dan anggota keluarga yang telah meninggal dan membantu perjalanan spiritual mereka. Festival ini telah ditetapkan sebagai Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan oleh UNESCO pada tahun 2008.

Festival ini diselenggarakan pada 31 Oktober – 2 November di seluruh Meksiko, khususnya daerah tengah dan Selatan. Selain sebagai salah satu pertemuan spiritual, festival ini juga dirayakan dalam parade dengan berbagai kostum, nyanyian dan pesta.

Perayaan ini berawal dari budaya Mesoamerican yang melihat kematian sebagai alasan untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh karenanya masyarakat Meksiko memperingati hari kematian dengan cara yang berbeda dan unik, yakni dengan menghias dan meletakkan aneka pernak-pernik di makam atau altar untuk orang mati. Mereka meyakini jika orang yang telah meninggal jiwa mereka kembali ke bumi untuk bersama dengan keluarganya.

View this post on Instagram

“For the inhabitant of New York, Paris or London, death is a word that is never pronounced because it burns the lips. The Mexican, on the other hand, frequents her, mocks her, caresses her, sleeps with her, celebrates her, is one of her favorite games and her most permanent love.” (Octavio Paz) . . “Para el habitante de Nueva York, París, o Londres, la muerte es la palabra que nunca se pronuncia porque quema los labios. El mexicano, en cambio, la frecuenta, la burla, la acaricia, duerme con ella, la festeja, es uno de sus juguetes favoritos y su amor más permanente.” (Octavio Paz) . . . . . #mexico🇲🇽 #spain🇪🇸 #hombresmexicanos #fotografia #fotofanatics_nature_ #visitmexico #fashion #photographer #cuidaddemexico #talentosmex #talent #igersspain #ig_europe #diademuertosmx #diademuertos2018 #photooftheday #mexico_capital #Cdmx_oficial #mexico #newyork #newyorkcity #paris #paris🗼 #francia🇫🇷 #londres #londrescity

A post shared by Pako Lamboy🇲🇽 (@pakolamboy) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Festival ini juga dikenal dalam dua hari perayaan spiritual, hari pertama (1 November) merupakan salah satu perayaan untuk menghormati mereka yang meninggal muda. Mulai dari mainan, susu, dan manisan disajikan di makam anak-anak. Hari berikutnya (2 November) merupakan versi dewasa seperti menyajikan botol tequila dan mescal (minuman keras terbuat dari agave) yang diletakkan di makam bersama dengan pernak-pernik pribadi serta permen tengkorak.

Perayaan festival ini diawali dengan parade yang diadakan pada Sabtu (27/10) malam untuk menghormati dimulainya perayaan tahunan Dia de Muertos.Tahun ini parade Day of the Dead bertema ‘migrasi’, di mana pemerintah mempersembahkan pawai kepada para migran yang kehilangan nyawa saat transit. Saat ribuan orang dari seluruh Amerika Tengah sedang berpergian dengan caravan ke seluruh negeri.

Dilansir dari BBC News, media setempat melaporkan ada 1.200 relawan ikut bagian dalam pawai tersebut. Pawai ini menghadirkan berbagai kostum unik dan berwarna-warni, tarian, pakaian khas Meksiko dengan make up tengkorak.