Ekspresi Tim Eropa yang menang Solheim Cup 1992 / The Scotman
Ekspresi Tim Eropa yang menang Solheim Cup 1992 / The Scotman

AGolf.xyz – Solheim Cup sudah di depan mata. Tepat pada 13-15 September akhir pekan ini, Tim Eropa akan menjamu Tim Amerika yang begitu haus gelar Solheim Cup. Telah meraih 10 gelar dari 15 pertemuan, Tim Amerika nyatanya begitu melempem saat melawat ke Skotlandia.

Mengulang sejarah Solheim Cup, turnamen ini digulirkan untuk mengikuti kesuksesan Ryder Cup yang melegenda sejak 1927. Dimainkan pertama kali pada 1990 di Florida, Tim Eropa memutuskan Skotlandia menjadi tuan rumah pertama mereka pada 1992.

Kapten Tim Amerika, Kathy Whitworth terlalu pede saat membawa timnya ke Dalmahoy Country Club, lapangan yang berjarak 15 menit dari bandara Edinburgh. Punya kemenangan telak 11,5-6,5 di edisi pertama, salah satu pemainnya, Beth Daniel berkelakar untuk menaruh dirinya di Eropa untuk membuat Solheim Cup lebih berimbang.

“Taruh saja saya atau pemain lain Amerika untuk Tim Eropa, karena saya melihat hanya Laura Davies dan Liselotte Neumann yang punya kapasitas oke,” pongah Daniel.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Nyatanya, ucapan itu berbalik. Racikan kedua sang Kapten Mickey Walker setelah 1990, kali ini berhasil memberikan kemenangan 11,5-6,5. Bahkan, tak ada satu kekalahan pun dari ketiga sesi yang dimainkan.

“Pemain kami melihat, bagaimana kesalnya Daniel yang memakan omongannya sendiri,” komentar Kapten Walker. “Saya merasa itu pukulan terbaik yang bisa kami berikan untuk omong besar Amerika.”

Helen Alfredsson, pegolf Swedia yang menyumbangkan 2,5 poin mengambil momen ini sebagai kemenangan terbaik di kariernya. “Saya rasa, ini jawaban terbaik kami untuk Daniel.”

Skuad Tim

Menjadi Kapten di dua kesempatan, Whitworth merupakan pegolf dengan gelar LPGA terbanyak sepanjang sejarah, yakni 88 gelar. Mengenal LPGA dengan sangat baik, ia membawa pemenang mayor Pat Bradley, Patty Sheehan, Nancy Lopez, Betsy King, dan Beth Daniel untuk masuk timnya di Lake Nona Golf and Country Club pada edisi pertama Solheim Cup.

Saat mengunjungi Skotlandia, 6 pegolf yang kemudian masuk World Golf Hall of Fame, ada di timnya. Salah satunya Juli Inkster yang menjadi Kapten pekan ini.

Dari sisi berlawanan, Tim Eropa seperti David melawan Goliath dengan 10 pegolf yang bersahabat baik di Ladies European Tour. Hanya ada 8 gelar LPGA dan dua mayor yang mereka dapatkan. Jumlah yang sangat jomplang jika dibandingkan 146 gelar LPGA dan 21 mayor.

“Pemain Amerika hebat-hebat,” kenang Alfredsson. “Setelah kalah telak di Lake Nona, saya pikir kita tidak mungkin menang lagi. Tetapi, kami berusaha menghilangkan pikiran menang atau kalah saja. Mungkin itu sebabnya, kami bisa menang di dua sesi lalu menang telak di single. Trofi ini seperti bilang ‘betul kan, mereka bisa kalah’. Betul-betul momen yang tidak pernah terpikirkan.”

Laura Davies dan Alison Nicholas menjadi pencetak skor pertama Tim Eropa di partai pembuka foursome. Menang 1-up dari Betsy King dan Daniel, momentum itu diikuti Alfredsson dan Neuman yang menang 2&1 dari Pat Bradley dan Dottie Pepper.

“Saya pikir, ucapan Beth Daniel tidak ada yang salah. Tetapi, jika mereka bilang seperti itu, saya seperti ‘Ok, lihat saja nanti’. Dan momen itu menjadi pembalikan yang sangat menyakitkan buat Daniel,” tutur Kapten Walker.

Skotlandia Lagi
Solheim Cup kembali ke Skotlandia di PGA Centenary Course, Skotlandia
Solheim Cup kembali ke Skotlandia di PGA Centenary Course, Skotlandia

Salah satu sebab yang sangat mempengaruhi kekalahan Amerika ialah cuaca, yang sayangnya kurang diperhatikan Kapten Whitworth dan timnya.

“Ada banyak orang yang mulai melirik Solheim Cup, saat tahu Amerika kalah. Saya masih ingat, Amerika kalah America’s Cup di yacht juga jadi berita yang besar. Jadi saya rasa, kita tidak sendirian,” komentar Daniel.

Kekalahan ini menjadi alarm Amerika saat kembali menyambut Tim Eropa di The Greenbrier. Hal ini diakui Walker yang lagi-lagi ditunjuk sebagai Kapten untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Saya ingat bagaimana Dottie Pepper mengubah warna rambutnya, dan itu seperti nazarnya sebagai satu kepastian tempat di Solheim Cup. Saat turnamen itu berlangsung, Pepper betul-betul bermain sangat, sangat bagus. Dia brilian dan sulit dikalahkan,” ingat Walker.

Walker terpilih lagi menjadi Kapten di Solheim Cup 1996, sebagai Kapten keempatnya. Sayangnya, timnya kalah dengan 11-17 di Wales.

Eropa baru mencicipi Solheim Cup saat kembali ke Skotlandia. Dipimpin Kapten Dale Reid, Tim Eropa menang 14,5-11,5 dari kondisi cuaca buruk. Dalam salah satu sesinya, Eropa membantai Amerika 4-0 di foursome Jumat pagi.

“Selalu menyenangkan bisa melihat Tim Eropa di Skotlandia,” ucap Walker.

Pekan ini, Tim Eropa kembali dihadapkan dengan dua edisi Solheim Cup tak terkalahkan di Skotlandia. Mampukah Catriona Matthew memberikan kemenangan ketiga, sekaligus menghentikan peluang hattrick ketiga Amerika sejak 1994-1998 dan 2005-2009.