Selasa, Oktober 19, 2021

Nepal Hapus Kewajiban Karantina Untuk Turis yang Sudah Vaksin

AGolf.xyz– Nepal telah memutuskan untuk membuka kembali perbatasannya untuk pelancong yang divaksinasi penuh tanpa karantina pada saat kedatangan.

Pada hari Kamis (23/9) lalu pemerintah Nepal mengumumkan akan merevisi protokol masuk imigrasi dan membuang karantina wajib. Sebelumnya, pengunjung harus mendapatkan izin khusus dari kedutaan Nepal dan karantina pada saat kedatangan atas biaya sendiri selama tujuh hari.

Akibatnya, jumlah wisatawan menurun drastis dalam 18 bulan terakhir, menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Nepal adalah tujuan populer dengan turis karena pemandangan gunung yang menakjubkan dan menjadi rumah bagi Gunung Everest.

Anggota industri pariwisata telah mengkritik pembatasan masuk sebelumnya sebagai rumit, membingungkan, dan mengurangi pengunjung potensial.

Wisatawan harus menyerahkan rencana perjalanan yang disetujui NTB atau Dinas Pariwisata untuk mendapatkan visa dan kemudian menjalani karantina wajib 7 hari pada saat kedatangan. Namun, hanya turis dengan agen perjalanan yang terhubung dengan baik yang bisa mendapatkan dokumennya

Turis yang masuk melalui darat, kecuali wisatawan India yang bebas visa, harus tiba dengan visa dari kedutaan Nepal di negara asal mereka sebelum tiba. Mereka juga harus melakukan tes antigen di perbatasan China dan India.

Jhanka Nath Dhakal, juru bicara Departemen Imigrasi, menyatakan bahwa “Pemerintah melihat tren infeksi, penularan, dan pengendalian Covid-19 saat ini untuk mencapai keputusan ini. Masuknya turis yang divaksinasi lengkap menjadi lebih mudah karena banyak dokumen tambahan dapat dihindari.”

Nepal telah menyaksikan berbagai gelombang COVID-19 selama pandemi. Namun, kasus sekarang mulai menurun karena tingkat vaksinasi meningkat. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada bulan Mei, ketika rata-rata 7 hari mencapai puncaknya hanya di bawah 9.000 kasus. Hari ini, rata-rata 7 hari turun menjadi hanya 971.

Nepal saat ini telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 21 persen dari seluruh populasinya setelah memberikan total 12.015.633 dosis vaksin. Pada tingkat vaksinasi saat ini, dibutuhkan 51 hari lagi untuk memvaksinasi 10 persen lagi dari populasinya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Stay Connected

0FansSuka
2,988PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles