Rabu, Desember 1, 2021

Orange Wine, Minuman Masa Lalu yang Kembali Digemari

AGolf.xyz– Banyak orang yang mengira orange wine merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari jeruk. Padahal sebenarnya, minuman ini tidak ada hubungannya dengan jeruk. Orange wine adalah white wine yang dibuat dengan proses yang sama seperti produksi red wine. Prosesnya yaitu dengan membiarkan kulit anggur dan biji-bijian bersentuhan dengan jus anggur. Sehingga akan menghasilkan produk jadi berwarna oranye gelap. Sedangkan untuk pembuatan anggur putih yang khas biasanya jus serta kulit dan sarinya dipisahkan.

Para pembuat orange wine biasanya membiarkan jus bersentuhan dengan kulit selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Perbedaan terbesar yang akan Anda temukan dalam anggur oranye dengan anggur putih adalah rasa, isi dan struktur. Pembuatan orange wine menggunakan proses alami yang menggunakan sedikit atau bahkan tanpa zat aditif bahkan mungkin tidak menggunakan ragi. Proses ini memungkinkan oksidasi sehingga menghasilkan rasa asam atau funky (berbau busuk).

Orange wine digambarkan memiliki rasa yang kuat dan berani dengan aroma nangka, madu, kemiri, minyak biji rami, apel, pernis kayu, kacang brazil, juniper dan tanin yang memiliki rasa seperti anggur merah. Karena dikenal memiliki rasa yang berani, orange wine ini disandingkan dengan berbagai makanan bercita rasa kuat seperti kari, masakan Maroko, Ethiopia, hidangan Korea dengan kimchi dan masakan tradisional Jepang. Orange wine memiliki kandungan fenolik (tanin dan pahit) yang tinggi dan pedas, anggur ini dapat dipasangkan dengan berbagai macam hidangan daging dan ikan.

Teknik pembuatan orange wine ini sudah sangat tua, namun baru sekitar 20 tahun terakhir mulai digunakan kembali. Cara pembuatan orange wine ini diyakini telah ada sejak 5000 tahun lalu di Kaukasus (zaman sekarang adalah Georgia). Diyakini para pembuat anggur di masa lampau memfermentasikan anggur mereka dalam bejana yang dikubur di bawah tanah besar disebut Qvevri. Bejana ini kemudian ditutup dengan batu dan disegel dengan lilin. Orange wine masih tergolong langka, namun kini telah banyak negara yang tertarik dengan gaya pembuatan anggur alami ini. Berikut beberapa contoh orange wine yang belum diketahui banyak orang.

1.Doqi Kisi Qvevri 2014

DOQI KISI QVEVRI 2014/themanual.com

Proses pembuatan anggur Georgia ini menggunakan anggur jenis Kisi yang ditimbun dalam tong tanah liat (qvevri) yang akan menghasilkan anggur berwarna oranye. Anggur ini ketika dicium pertama kali beraroma seperti teh, tapi memiliki rasa ceri segar yang dicampur dengan bumbu panggang.

2.Domaine Glivanos Paleokerisio 2016

DOMAINE GLINAVOS PALEOKERISIO 2016/themanual.com

Anggur ini merupakan sebuah anggur semi sparkling dengan nama yang berarti “Old Fashioned” dalam bahasa Yunani (dimana anggur ini berasal). Anggur Paleokerisio mengunakan anggur debina, vlahiko dan bekari untuk menciptakan lingkaran cita rasa apel panggang, pir matang dan rempah-rempah.

3.La Stoppa Ageno Blend 2012

La Stoppa Ageno Blend 2012/themanual.com

Anggur oranye La Stoppa Ageno Blend ini terbuat dari anggur jenis Malavasia di Candia Aromatica dicampur dengan ortugo dan trebbiano sebelum maserasi. Kemudian akan difermentasi di tangki, tong dan berakhir di botol. Anggur ini memiliki rasa asam dari tannin dan kulit jeruk.

4.Gravner Pinot Grigio 2006

Gravner Pinot Grigio 2006/themanual.com

Gravner Pinot Grigio dibuat di Italia dengan menggunakan anggur pinot grigio yang difermentasi ke dalam amphorae (guci Yunani atau Romawi kuno dengan dua pegangan dan leher sempit). Sehingga menghasilkan anggur dengan aroma kopi, mineral, buah jeruk, dan bumbu panggang.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,039PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles