Rory McIlroy raih penghargaan Pemain Terbaik PGA Tour 2018/2019 / AGolf Design
Rory McIlroy raih penghargaan Pemain Terbaik PGA Tour 2018/2019 dan kini kembali No.1 dunia / AGolf Design

AGolf.xyz – Seperti prediksi pekan lalu, Rory McIlroy akhirnya menginjakkan kakinya ke No.1 dunia lagi. Sejak meninggalkan posisi ini pada September 2015, Rory mengambil kembali mahkota No.1 dunia dari Brooks Koepka yang duduk begitu nyaman mulai Mei 2019.

Kembali lima tahun lalu saat Rory berpisah dari No.1 dunia, ia melewati cerita sedih meskipun meraup tiga gelar di Omega Dubai Desert Classic, WGC-Cadillac Match Play, dan Wells Fargo Championship. Memilih tampil lima pekan beruntun antara WGC-Match Play, THE PLAYERS, Wells Fargo, dan berpindah ke BMW PGA Championship di Inggris dan Irish Open, Rory merasa sangat kelelahan.

Sempat menempati T.9 di US Open, Rory mengabarkan pengunduran dirinya dari the Open dan WGC-Invitational karena cedera ligamen di pergelangan kakinya. Berhasil pulih di PGA Championship, hasil T.17 tak menolongnya bertahan di No.1 dunia karena disalip Jordan Spieth yang finis kedua di Whistling Straits.

Rory sempat terperosok keluar dari Top-10 karena nihilnya gelar sepanjang 2017. Musim lalu, ia mulai bangkit dengan gelar fantastis TOUR Championship dan FedExCup. Diganjar Pemain Terbaik PGA Tour dari empat gelarnya, No.1 dunia memang hanya perkara waktu.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Yang ditunggu itu pun tiba. Per 10 Februari hari ini, Rory kembali ke No.1 dunia dan akan membawa status tersebut saat diperkenalkan di Genesis Invitational. Penampilan keempat setelah T.4 tahun lalu, akan jadi pembuktiannya di Riviera Country Club.

Di saat yang sama, Brooks Koepka dan Jon Rahm punya peluang untuk menjatuhkan No.1 dunia yang baru berusia 1 pekan itu. Belum ada skenario pasti kondisi seperti apa yang dibutuhkan Koepka ataupun Rahm untuk menyalip Rory.

Tetapi, harapan besar Rory untuk terus ada di No.1 dunia, sangat mungkin memecahkan sejumlah rekor yang belum pernah dibuat oleh pegolf Eropa.

Pekan depan, jika No.1 dunia itu selamat dari Koepka ataupun Rahm, Rory akan menyamai Nick Faldo yang mengakhiri kariernya dengan 97 pekan di puncak ranking dunia. Hanya perlu tiga pekan lain, Rory akan bergabung bersama Tiger Woods (683 pekan) dan Greg Norman (331) sebagai pegolf ketiga dan pertama dari Eropa dengan tiga digit No.1 dunia.

Rekor Timur Tengah

Melansir cuitan MENA Tour atau Middle East and North Africa Tour di akun Twitternya, salah satu pegolf Timur Tengah akhirnya mengambil porsi poin OWGR pekan lalu. Pegolf 16 tahun asal Yordania, Shergo Al Kurdi mencetak sejarah sebagai wakil Timur Tengah pertama dengan poin 1,4 hasil runner-up Journey to Jordan 1 – Ayla.

Dari tiga putaran, Kurdi mencetak 7-under par 209 dari 70-70-69 di Ayla Golf Club, Yordania. Di tengah riuhnya pegolf Eropa meskipun berstatus “tur Timur Tengah”, ia berbagi tempat kedua bersama dua pegolf Inggris dan terpaut 4 strokes dari sang pemenang David Langley, juga dari Inggris.

MENA Tour merupakan tur Timur Tengah dan Afrika Utara yang baru diperkenalkan pada 2011. Di bawah naungan Federasi Golf Arab, tur ini baru disanction OWGR sejak Mei 2016.

Hanya ada 3 poin OWGR yang diberikan kepada tur ini untuk tiga pegolf berperingkat terbaik di setiap turnamen 54-hole. Jika mempertandingkan 72-hole, OWGR mengganjarnya dengan 5 poin.

Sebagai benefit, MENA Tour memberikan lima tiket Sunshine Tour via Order of Merit. Tahun ini, MENA Tour diadakan di Mesir, Oman, UEA, Bahrain, dan Yordania.

WGC-Mexico Championship

Kualifikasi World Golf Championship-Mexico Championship via ranking Top-50 dunia, memberikan satu tiket kepada Jordan Spieth yang finis T.9 di AT&T Pebble Beach Pro-Am. Memerlukan keajaiban di putaran final Pebble Beach, Spieth menyelamatkan dirinya dengan skor 67 dan naik ke No.49 dunia.

Ranking itu memastikan penampilan beruntun sejak 2014, dan kembali berkesempatan mengakhiri penantian Top-10 pertama yang tidak pernah didapatnya di WGC-Championship.

Phil Mickelson yang punya peluang kembali masuk Top-50 dunia, melewatkannya dengan terhenti di peringkat ketiga. Diwajibkan finis runner-up, Phil malah mendapat 2-over 74 dan disalip Kevin Streelman dengan selisih hanya satu stroke. Jika masih berkeinginan pergi ke Meksiko, Phil perlu hasil oke di turnamen penentu Genesis Invitational.

Dari kualifikasi Top-10 Race to Dubai, seluruh pegolfnya sudah diketahui bahkan sebelum ISPS Handa Vic Open pekan lalu. Prediksi jauh lebih mudah saat sang pemenang Min Woo Lee hanya mampu mencapai No.11 jika menang.

Praktis, tiket kualifikasi Race to Dubai langsung diberikan kepada Branden Grace, Lucas Herbert, dan Pablo Larrazabal yang tidak lolos kualifikasi Top-50 dan Top-20 Race to Dubai musim 2019.

WGC-Mexico Championship juga mengundang pegolf Meksiko terbaik selain Abraham Ancer di No.29 dunia. Ialah Carlos Ortiz yang untuk pertama kalinya mencoba World Golf Championship di negaranya. Sejak 2017, undangan ini diberikan kepada Roberto Diaz (2017) dan Abraham Ancer (2018-2019).

WGC pertama di tahun 2020 ini masih menyisakan dua kualifikasi tersisa, yaitu Top-50 kepada mereka yang tidak lolos minggu ini dan Top-10 FedExCup. Terdapat pula kualifikasi tambahan melalui daftar tunggu di luar Top-50 dunia, jika field belum mencapai 72 pegolf.