AGolf.xyz– Pabrik perakitan Ford di Valencia, Spanyol, ditutup selama sepekan setelah tiga pekerjanya positif virus corona. Penutupan tersebut efektif mulai Senin, 16 Maret 2020.

“Kami telah memiliki tiga kasus positif COVID-19 di pabrik Ford Valencia dalam 24 jam terakhir,” kata perusahaan itu seperti diwartakan Reuters, Minggu, 15 Februari 2020.

Pabrik Ford di Spanyol merupakan pabrik terbesar yang berada di luar Amerika Serikat. Mempekerjakan lebih dari 7.000 pekerja dan menghasilkan lebih dari 400.000 unit kendaraan per tahun, termasuk model Mondeo dan Galaxy.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Sebelumnya, General Motors dan Ford, menyampaikan pada Jumat, 13 Maret 2020, sebagian pekerja kantor akan bekerja dari rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Ini adalah pengalaman pertama kami dari penyakit jenis ini. Tetapi gangguan dan keadaan yang sulit bukanlah hal baru bagi kami,” kata dia.

Mary Barra, selaku Chief Executive General Motors, mengatakan bahwa produsen mobil tersebut meminta kepada semua karyawan dan pekerja kantor untuk bekerja dari rumah.

View this post on Instagram

It's just like Lego really. #fordvalencia

A post shared by Dan Grabham (@danielgrabham) on

Barra mengatakan kebijakan kerja dari rumah diterapkan secara global, selain dari Tiongkok.

“Dalam beberapa hari terakhir … kami telah menyimpulkan masalah virus corona telah mengambil dimensi yang berbeda – dan kami harus proaktif untuk menjaga orang-orang kami aman dan membantu membatasi penyebaran virus di komunitas tempat kami tinggal dan bekerja,” kata CEO James Hackett.