AGolf.xyz– Menikmati karya seni hasil karya Van Gogh di dinding museum adalah hal biasa. Tapi bagaimana dengan menyaksikan Van Gogh dalam kehidupannya di masa lampau saat melahirkan karya-karya terkenalnya? Pengalaman ini sekarang bisa didapatkan di Bursa Efek Brussels yang menyajikan pengalaman multi sensori dalam sebuah pameran dengan teknologi virtual reality (VR).

Pameran ini memungkinkan para pengunjung untuk sepenuhnya membenamkan diri dalam lingkaran dan pola karya seniman karyanya sangat dikenal pada abad 20 itu. Pengunjung akan mengalami pengalaman sebagai seorang tuan Belanda dan akan melihat Van Gogh melalui hiruk-pikuk musik, video, serta pertunjukan cahaya.

Mereka akan melihat lukisan Van Gogh berputar dan hidup di dinding dan melihatnya dalam masa-masa patah hati melalui surat-surat yang ditulisnya kepada saudaranya, Theo. Dengan pengalaman VR yang luas lukisan-lukisan itu akan hidup dan pengunjung akan menyaksikan sungai mengalir dan gagak berkokok terbang di atas mereka.

Pameran ini pernah digelar di Italia dan memenangkan sebuah penghargaan.  Pameran yang unik ini diharapkan dapat menarik beberapa ribu pecinta seni. Berlangsung hingga 6 Januari, wisatawan dapat melihat versi besar dari The Starry Night, Sunflowers, dan Self-Portrait nampak hidup di dinding bangunan. Pameran ini menggunakan teknologi multimedia dan 3D 360 derajat untuk menghidupkan kembali kisahnya yang penuh warna berdasarkan penelitian ekstensif Van Gogh Museum. Tiket untuk menikmati pertunjukan ini bisa didapatkan mulai dari € 17,50 untuk dewasa dan € 12,50 untuk anak-anak dan tersedia melalui Ticketmaster.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Namun jika wisatawan ingin mengeksploitasi Van Gogh lebih lanjut di Eropa, wisatawan harus pergi ke Belanda. Disana ada Museum Van Gogh yang menyimpan koleksi lukisan terbesarnya di dunia. Selain itu, hotel Pulitzer Amsterdam juga memberikan penawaran akomodasi dua malam dan akses tak terbatas ke museum, pelajaran seni dan koktail gratis.

Artis yang disiksa itu meninggalkan jejaknya di Belgia dan Prancis juga, tetapi jejak terakhirnya mungkin paling baik ditelusuri di Auvers-sur-Oise di Perancis, di mana Van Gogh dimakamkan di samping saudaranya.