AGolf.xyz Garage Museum of Contemporary Art di Moskow mempersembahkan The Fabric of Felicity, yakni sebuah proyek internasional yang menampilkan pakaian dalam konteks seni. Pameran ini diselenggarakan pada 6 Oktober 2018 – 19 Januari 2019 yang menampilkan karya-karya campuran berbagai media oleh 40 seniman dari lima benua. Termasuk sejarah avant-gardes, adegan seni bawah tanah Soviet dan Brasil dan seniman generasi baru dari Rusia, Jepang, AS, Zimbabwe dan negara-negara lain.

Pameran ini diselenggarakan oleh kurator Garage, Valentin Diaconov, Ekaterina Lazarebva dan Laroslav Volovod yang bertujuan untuk mengungkapkan variasi dan kepridadian dalma berpakaian, mulai dari pakaian kerja, pribadi dan masyarakat. Judul pameran ini diambil dari Jeremiah Bentham’s An Intiduction to the Principles of Morals and Legislation pada tahun 1780.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Instalasi pameran ini dibuat dari pakaian bekas yang dipakai oleh anggota komunitas Rohingya dan minoritas lainnya yang dirakit menjadi satu. Hingga dihasilkan pakaian bernuansa biru yang menggambarkan perairan yang merenggut nyawa pengungsi yang melarikan diri ke Eropa. Instalasi lainnya menampilkan tanda tangan dari pekerja wanita pabrik wol Piedmont.

Pakaian yang dihadirkan dipilih setelah melalui serangkaian perjalanan penelitian yang membentang dari Swedia ke Bangladesh, melalui Rusia dan Italia. Tujuan dari diadakannya pameran ini adalah untuk mengingatkan para pengunjung bahwa kelompok yang paling tidak berdaya masih memiliki kemampuan untuk mengekspresikan diri mereka setiap hari dengan memilih apa yang mereka kenakan.

Seragam menjadi salah satu subyek penting yang ditampilkan dalam pameran, karena merupakan contoh utama dari kesetaraan dan kesatuan dalam pakaian. Namun seragam juga memiliki dampak negatif karena dapat menyebabkan keterasingan dari kelompok lain, di mana perbedaan seragam jadi tingkatan dalam jabatan.

Salah satu bagian dari pameran ini akan menampilkan kode vestimentari dihadirkan dalam tiga karya seniman, yakni fotografer dokumenter Meksiko Pedro Valtierra menggunakan sinonim untuk kemiskinan dan kejujuan melalui karya seni Penambang emas dari Pachuca de Soto. Karya yang ditampilkan adalah 50 penambang yang memilih untuk menanggalkan pakaian di tengah-tengah pemogokan pada tahun 1985, sebagai protes atas kondisi kerja barbar mereka.

Seniman kedua diwakili oleh Jimmy DeSana yang menghadirkan berbagai mode pakaian yang membedakan antara wanita dan pria. Serta seniman konseptual Soviet Rimma dan foto-foto Valeriy Gerlovin tahun 1977 yang menggambarkan Adam dan Hawa mengenakan kain karung yang memiliki kontur tubuh pria dan wanita yang dicat pada mereka.