AGolf.xyz- Hampir setiap wanita di berbagai belahan dunia memiliki obsesi lebih terhadap sepatu. Bahkan beberapa wanita beranggapan semakin tinggi sepatu yang dikenakan maka semakin menarik. Padahal penggunaan sepatu hak tinggi dapat memicu berbagai penyakit jika digunakan terlalu lama dan sering.

Lalu apa sebenarnya alasan dibalik penggunaan sepatu berhak tinggi yang dikenakan oleh para wanita? Hal tersebut membuat Victoria and Albert Museum membuat sebuah pameran bertema ‘Shoe: Pleasure and Pain’. Pameran ini akan berlangsung selama sebulan yang diadakan pada 28 September- 28 Oktober di Pasific Place.

V&A Museum Exhibition at Hong Kong/lifestyleasia.com

Pameran ini akan menampilkan lebih dari 140 pasang sepatu dari berbagai belahan dunia. Dengan berbagai sepatu yang menunjukkan keberagaman budaya, kesempatan dan sejarah. Seperti sandal Mesir dengan detail daun emas murni yang berasal dari abad ke-1 SM.

Pameran ini dikuratori oleh Swire Properties yang terdiri dari lima bagian yang berbeda yaitu transformasi, status, seduction, kreasi dan obsesi. Pada bagian transformasi akan menampilkan sandal Cinderella yang memukau dari Swarovski untuk film Disney tahun 2015. Serta menampilkan sepatu sepak bola ‘Brooklyn’ di David Beckham yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana sepatu dapat memperkuat dan mengubah identitas diri kita.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pada bagian status menghadirkan berbagai jenis sepatu ikonik tertentu dari beberapa rumah mode ternama seperti Christian Louboutin, Jimmy Choo, Manolo Blahnik, danlainnya. Sepatu menujukkan sebagai status di sini bagaimana ketika sepatu dikenakan dan saat berjalan agar terlihat dan terdengar oleh orang lain.

View this post on Instagram

kabluchki✨

A post shared by Xeniya Otkidych (@ksuotkidych) on

Pameran ini juga akan menampilkan berbagai koleksi eksklusif dari 14 pasang sepatu dari koleksi pribadi aktris Hong Kong dan penyanyi Karen Mok. Masing-masing sepatu yang ditampilkan mewakili sebuah tonggak penting yang berbeda dalam kehidupan karirnya.

“Pameran ini menunjukkan kekuatan transformatif alas kaki dan bagaimana sepatu berdampak pada pakaian yang dikenakan. Serta sepatu merupakan salah satu mengekspresikan kepribadian dan identitas dari seseorang. Saya percaya ini adalah kesempatan unik bagi pengunjung untuk mengumpulkan apresiasi mendalam dalam desain seni, fashion dan alas kaki,” kata Helen Persson, kurator sepatu.