Disability Golf Ranking RANDA
Pegolf Difabel melakukan pukulannya dari golf cart yang dimodifikasi / Randa.org

AGolf.xyz – R&A dan USGA baru-baru ini mempersembahkan ranking baru kepada pegolf difabel, Selasa (13/11). Adanya ranking khusus difabel ini, diharapkan membuka sekat-sekat ketidaksempurnaan fisik, sehingga dapat meningkatkan jumlah pemain golf dari seluruh dunia.

Diluncurkan pada 1 Januari 2019, ranking ini bakal dinamai ‘The World Ranking for Golfers with Disability’. Jika di-Indonesia-kan menjadi Ranking Dunia Pegolf Difabel, ranking ini akan ditaruh bersamaan dengan ranking dunia amatir WAGR di wagr.com.

Dalam pelaksanaannya, R&A dan USGA akan bertanggungjawab penuh kepada ranking ini. Kedua badan tersebut bekerja sama dengan EDGA, Asosiasi Golf Difabel Eropa, yang telah mengenalkan perburuan ranking difabel sejak 2014.

Hadirnya ranking dunia difabel ini, meningkatkan kepercayaan diri para insan dari seluruh dunia, yang mungkin saja kebingungan memilih karier mereka karena kondisi fisik.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Kami melihat ada peningkatan jumlah turnamen khusus difabel di seluruh dunia. Dari kondisi ini, kami rasa ranking dunia difabel wajib ada kepada mereka, untuk saling mengadu kemampuan golf memperebutkan No.1 dunia pegolf difabel,” kata Eksekutif Direktur Pengembangan Golf dan Even Amatir R&A, Duncan Weir.

“Selain itu, adanya ranking dunia difabel ini membuktikan bahwa golf menjadi olahraga yang bisa dimainkan siapa saja, dan dari kondisi fisik apa saja. Bekerja sama dengan USGA dan dukungan EDGA, kami harapkan golf difabel dapat berkembang pesat ke seluruh dunia, dan semakin banyak turnamen yang dihasilkan,” sambung Weir.

Golf Merupakan Olahraga untuk Semua

“Salah satu keunggulan golf dibanding olahraga lainnya yaitu, golf tidak mengenal pensiun dan bisa dimainkan siapa saja,” ungkap USGA Senior Managing Director of Championship, John Bodenhamer.

“Kami menyambut baik adanya ranking dunia difabel hasil kerja sama R&A. Ranking ini semakin mewarnai fokus kami untuk memodifikasi sejumlah Aturan Golf kepada difabel. Salah satunya, USGA tengah mempersiapkan aturan lapangan golf yang lebih mudah diakses. Sehingga memudahkan para penonton dan pemain difabel menikmati waktu mereka di lapangan.”

Presiden EDGA dan Direktur Edukasi PGA of Europe, Tony Bennett senang dengan perluasan ranking dunia golf difabel yang kini ditujukan kepada seluruh dunia.

“Kami percaya, keputusan ini mengundang siapapun mereka, dengan kondisi fisik apapun untuk dapat bermain golf. Entah itu secara serius di kompetisi atau sekedar rekreasi, di seluruh dunia,” ujar Bennett.

Pengumuman World Ranking for Golfers with Disability ini, merupakan bagian dari diadakannya turnamen Australian All Abilities Championship pekan ini. Digawangi Golf Australia, turnamen ini menampilkan 12 pegolf difabel di The Lakes Sydney. Turnamen ini dimainkan bersamaan dengan mayornya PGA of Australasia, Emirates Australian Open.