Selasa, Oktober 19, 2021

Pembangunan Integrated Rest Area di Bali Capai 97 Persen

AGolf- Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) telah mengembangkan integrated rest area (anjungan cerdas) yang berada di jalan nasional. Sampai saat ini ada 2 integrated rest area yang menjadi pilot project atau percontohan, yakni di Rambut Siwi, Jembrana, Bali dan Trenggalek, Jawa Timur. Dari 2 rest area itu, pembangunan di Bali telah mencapai sekitar 97 persen.

“Integrated rest area yang kita rancang itu sebagai contoh, sehingga bisa direplika unit organisasi lain,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW, Hadi Sucahyono, melalui keterangan ditulis Jumat (13/4).

Saat ini menurut Hadi sedang dilakukan percobaan operasional beberapa komponen seperti air dan lampu. “Kemungkinan bulan depan bisa dioperasionalkan dan kita mohon perkenanan Menteri PUPR untuk dapat meresmikannya,” ucap Hadi.

Desain bangunan integrated rest area ini seluas kurang lebih 5 hektar ini menurut Hadi sangat memperhatikan local wisdom atau kearifan lokal. “Yang menariknya, di anjungan cerdas ini juga ada track atau jalur untuk makepung atau atraksi Karapan Sapi. Jadi local wisdom yang bersifat sosial budaya kita fasilitasi,” tutur Hadi. Kemudian juga ada amphitheatre yang merupakan tempat yang digunakan untuk atraksi seni tari dan musik.

Rest area itu juga dilengkapi dengan toilet kelas internasional, restoran, lahan parkir yang luas, ATM, pura, anjungan produk lokal, dan ruang serba guna yang dapat dijadikan tempat untuk pameran. “Jadi selain sebagai tempat untuk beristirahat, integrated rest area ini lebih pada fungsi sosial, budaya, dan edukasi,” ucapnya lagi.

Sembari beristirahat, menurut Hadi masyarakat dapat menikmati keindahan alam berupa sawah dan pantai. “Disekitar rest area ini merupakan jalur ramai kendaraan karena kendaraan dari Surabaya maupun Banyuwangi yang ingin ke Kuta, melewati jalur di anjungan tersebut. Hal ini keuntungan buat pemerintah daerahnya,” kata Hadi.

Integrated rest area ini diadopsi dari Michi no Eki di Jepang dan Inter State Rest Area di Amerika Serikat yang tidak hanya sebagai tempat istirahat pengemudi kendaraan, tapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan produk lokal.

Selain di Bali, menurut Hadi saat ini BPIW sedang menyelesaikan integrated rest area di Trenggalek, Jawa Timur. Diharapkan anjungan yang berada di sekitar Bendungan Tugu ini juga dapat diselesaikan secepatnya.

Pembangunan model rest area istimewa seperti ini juga potensial untuk dibangun di sekitar Kawasan Danau Toba. Menurut Hadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat berkunjung kesana juga pernah menyarankan agar dapat dibangun semacam rest area di sekitar jalan dari bandara Silangit menuju ke Parapat.

“Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR, maka sekarang kami sedang berkoordinasi dengan unit organisasi lain serta pemerintah daerah untuk penjajakan pembangunannya. Ada peluang pendanaan untuk pembangunan di sekitar kawasan Danau Toba dengan memanfaatkan bantuan Bank Dunia yang ditujukan untuk 3 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yakni Danau Toba, Borobudur dan Lombok,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, ada 3 titik tempat yang akan dibangun integrated rest area. Salah satunya tidak jauh dari bandara Silangit, yakni di daerah Balige.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
2,988PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles