Menko Perekonomian Darmin Nasution / www.setkab.go.id
Menko Perekonomian Darmin Nasution / www.setkab.go.id
Menko Perekonomian Darmin Nasution / www.setkab.go.id

 

AGolf– Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan ekonomi 5 persen atau lebih. Pemerintah akan terus fokus pada kebijakan di bidang reformasi fiskal dan reformasi struktural. Hal ini untuk membangun pondasi menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkualitas pada tahun 2018 dan selanjutnya.

Selain itu, dengan terbatasnya ruang untuk stimulus fiskal, belanja pemerintah yang lebih produktif dan peningkatan investasi sektor swasta menjadi sangat penting.

“Pemerintah me-review apa yang sudah dilakukandan meluruskan yang sudah dikerjakanserta seperti apa kita mengharapkan hasilnya”, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, ditulis Jumat (11/11).

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Darmin menjelaskan pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan sedikit meningkat dengan disertai harga komoditas yang tidak berubah dan sektor keuangan yang relatif berisiko.Sementara itu, perekonomian Indonesia diprediksi akan tetap kuat dengan posisi fiskal yang lebih baik.

Darmin memaparkan, dari sisi perkembangan ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang stabil, didorong oleh konsumsi swasta dan didukung peningkatan belanja pemerintah. Stabilitas ekonomi juga terjaga, terbukti dengan transaksi berjalan membaik, cadangan devisa meningkat, dan inflasi terkendali.

Selain itu, kualitas pertumbuhan membaik berupa tingkat kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan yang menurun turut menjadi capaian pemerintah. Namun, tetap perlu digaris bawahi ruang gerak untuk stimulus masih terbatas. Untuk itu, kendala defisit mulai ditanggulangi dan dibantu oleh pencapaian pengampunan pajak.

Lebih lanjut Darmin memaparkan, dengan adanya Paket Kebijakan Ekonomi I sampai XIII, juga turut andil dalam meningkatkan daya saing nasional dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Total Regulasi Pokok yang dideregulasi pada Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I sampai XIII sebanyak 204 regulasi. Sedangkan total Regulasi Turunan/Teknis yang dideregulasi pada Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I sampai XIII sebanyak 26 regulasi.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia sentris berupa 225 proyek dan 1 Program Kelistrikan yangtersebar di seluruh Indonesia. Pemerintah juga telah menunjukan komitmennya dengan mengembangkan proyek pipelineuntuk mendorong pembangunan infrastruktur. Didukung dengan beberapa kebijakan yang mempermudah investasi infrastruktur lainnya.

Dari sektor keuangan, kebijakan moneter yang longgar juga diharapkan mampu mendorong penurunan suku bunga dan meningkatkan pertumbuhan kredit. Selain itu, pembiayaan Non-Perbankan juga terus berkembang.

Mengenai asumsi APBN 2017, pada tahun 2017 Indonesia akan tumbuh 5,1 persen dengan tingkat inflasi yang terjaga. Tentunya dengan harapan pertumbuhan yang lebih tinggi, didorong olehreformasi fiskal dan melanjutkan reformasi struktural berupa Paket Kebijakan Ekonomi tahap 2.

Target lainnya adalah keberlanjutan fiskal yang membaik, dengan defisit anggaran sebesar 2,41 persen dari PDB. Pemerintah juga akan terus memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing industri, dan menjadikan Indonesia sebagai tujuan pariwisata dunia.

Selain itu pemerintah akan konsisten dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja serta revitalisasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasiberbasis kebutuhan industri dan dunia usaha.

“Bila reformasi struktural dilaksanakan, maka pertumbuhan ekonomi 2017 dapat lebih dari 5,1 persen,” tutup Darmin.